Bertamasya ke Bukit Batu Lantana, Segini Harga Tiketnya

Antara, Jurnalis · Kamis 20 Mei 2021 15:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 20 408 2412826 bertamasya-ke-bukit-batu-lantana-segini-harga-tiketnya-ckmr5Pnrhn.jpg Bukit Batu Lantana di Desa Air Meles Atas, Selupu Rejang, Rejang Lebong, Bengkulu (Antara)

WARGA Desa Air Meles Atas, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, mengembangkan wisata alam Bukit Batu Lantana dengan memanfaatkan lahan tidak produktif yang ada di wilayah itu.

Pengelola lokasi wisata Bukit Batu Lantana di Desa Air Meles Atas, Kecamatan Selupu Rejang Rika Yulianti mengatakan, tempat itu baru dibuka pada 17 Mei 2021 dan hingga kini sudah didatangi ratusan pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam dengan suasana perbukitan yang masih asri maupun melakukan swafoto.

Baca juga:  Pesona Tri Sakti, Air Terjun Tertinggi di Bengkulu

"Lahan tempat wisata ini merupakan milik keluarga, posisinya berada di dataran tinggi dengan luasan lahan mencapai 1,5 hektare. Lokasi ini sebelumnya adalah lahan perkebunan kopi dan aren tidak produktif karena banyak batu-batu besar sehingga pertumbuhan tanaman tidak optimal," kata dia saat ditemui di lokasi, Kamis (20/5/2021).

Rika menjelaskan setelah dilakukan penataan selama tiga bulan dan pembuatan sarana pendukung seperti toilet, mushala dan gazebo dan lainnya dilengkapi dengan penerangan lampu hias.

 

Lokasi wisata berada tidak jauh dari pemukiman warga ini setelah dibuka untuk umum, kemudian banyak didatangi orang untuk menikmati keindahan alam dengan latar Gunung Api Bukit Kaba serta bisa memandang Kota Curup dari kejauhan.

Baca juga:  Rejang Lebong Bangun 21 Desa Wisata Dongkrak Pariwisata Daerah

"Pengunjung yang masuk dikenakan tiket Rp10.000, kemudian untuk parkir mobil Rp3.000 dan sepeda motor Rp2.000. Pengunjung biasanya datang mulai pukul 13.00 WIB hingga sore, mereka bisa melihat Matahari terbenam dari tempat ini," urainya.

Sejauh ini, Rika belum mengetahui bebatuan besar yang banyak terdapat dilokasi wisata tersebut, diperkirakan bebatuan ini berasal dari letusan Gunung Api Bukit Kaba ratusan tahun lalu yang posisinya berada di bagian atas tempat itu.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Rejang Lebong Upik Zumratul Aini di tempat terpisah meminta pengelola wisata yang ada di daerah itu dalam menjalankan usahanya agar menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19.

"Walaupun saat ini pandemi COVID-19 masih terjadi, tetapi kita tidak bisa melarang mereka membuka usahanya. Kita hanya menyarankan mereka menerapkan protokol kesehatan sehingga tidak menjadi klaster penyebaran COVID-19," kata dia.

Dia mengatakan, kalangan pelaku usaha wisata di Rejang Lebong harus mewajibkan pengunjung memakai masker, menyiapkan sarana cuci tangan dengan sabun, dan lainnya.

 ilustrasi

Sebelumnya, pemkab setempat melakukan penutupan sementara tempat-tempat wisata yang ada di wilayah itu selama libur Idul Fitri terhitung 12-16 Mei lalu dengan tujuan mencegah penyebaran COVID-19.

Diharapkannya, dengan dibukanya kembali tempat-tempat wisata di Rejang Lebong ini nantinya bisa kembali menghidupkan dunia pariwisata dan ekonomi masyarakat yang terpuruk akibat wabah yang melanda berbagai negara tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini