6 Bulan Lockdown, Prancis Siap Sambut Wisatawan Asing Mulai 9 Juni

Fatha Annisa, Jurnalis · Sabtu 22 Mei 2021 00:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 21 406 2413618 6-bulan-lockdown-prancis-siap-sambut-wisatawan-asing-mulai-9-juni-fSoJu6v9cO.jpg Taman di Prancis (Foto: Lonelyplanet)

PARIS - Setelah enam bulan bar, restoran, dan tempat wisata di Prancis tutup, mereka kini sudah mulai dibuka pada Rabu (19/5/21). Ini menandai tahap kedua dalam proses Prancis keluar dari masa lockdown, dan kini Prancis siap menyambut wisatawan asing.

Pelancong asing yang diperbolehkan masuk ke Prancis termasuk pengunjung asal Amerika Serikat yang divaksinasi. Pembukaan pariwisata rencanya dilakukan pada 9 Juni, sebelum sepenuhnya membuka kembali ekonomi pada 30 Juni.

Saat Prancis mendorong peluncuran vaksinasi yang menargetkan setiap orang dewasa untuk menerima setidaknya satu dosis vaksin sebelum akhir musim panas, bisnis kembali membuka pintu mereka.

Baca Juga:

Musee d'Orsay Kembali Dibuka, Pengunjung Dibatasi 5.000 Orang Per Hari

Perempuan Muslim Prancis: Jangan Sentuh Hijab Saya!

Rabu, 19 Mei menandai dibukanya kembali teras luar ruangan di kafe dan bar di seluruh Prancis.

Penduduk dapat naik ke Menara Eiffel dan mengunjungi Louvre lagi. Atraksi budaya, museum, dan teater mulai menyambut pengunjung dengan tiket yang telah dipesan sebelumnya. Toko dan pasar non-esensial juga buka, meskipun dengan aturan yang berlaku, dan jam malam telah dibatalkan dari jam 7 malam hingga jam 9 malam.

Saat Prancis berusaha keluar dari lockdown nasional ketiganya, beberapa aturan COVID-19 tetap berlaku. Masker diperlukan di ruang publik dalam ruangan dan di beberapa ruang luar ruangan di kota besar.

Wisatawan dari negara non-UE saat ini dilarang (dengan pengecualian Inggris, Australia, Selandia Baru, Korea Selatan, Israel, Jepang, dan Singapura) masuk ke Prancis.

Meskipun demikian, pejabat dari pemerintah Prancis dan Gedung Putih sedang menyelesaikan diskusi teknis seputar pemberian "Special Pass" untuk memungkinkan warga Amerika masuk paling lambat 9 Juni. Izin khusus ini akan diberikan kepada pengunjung non-UE yang telah divaksinasi.

 

Special Pass

 

Berbicara kepada "Face the Nation" di CBS News pada bulan April, presiden Emmanuel Macron mengatakan bahwa mereka bekerja keras untuk mengusulkan solusi konkret bagi para pelancong yang telah divaksinasi atau dites negatif COVID-19.

Rincian lebih lanjut tentang cara kerja "Special Pass" tidak diungkapkan. Namun, Macron menyarankan bahwa izin ini mungkin menjadi bagian dari "Digital Green Pass" Eropa — aplikasi yang akan segera diluncurkan yang menunjukkan status vaksin dan pengujian pelancong.

Uni Eropa mengkonfirmasi pada hari Rabu bahwa mereka berencana untuk membuka perbatasannya bagi pelancong yang divaksinasi penuh. Suntikan yang diterima harus yang disetujui oleh Badan Obat Eropa, termasuk vaksin Moderna, Pfizer / BioNTech dan Johnson & Johnson.

Kapan perbatasan akan dibuka masih belum diketahui, tetapi kemungkinan sebelum high season, yang berarti "Digital Green Pass" dapat diperkenalkan dalam beberapa minggu — namun, detail lebih lanjut masih akan datang.

Negara-negara Eropa lainnya telah mendorong rencana mereka untuk membuka kembali pariwisata. Misalnya Italia yang sudah menerima orang Amerika yang melakukan perjalanan ke negara itu dengan penerbangan yang diuji COVID.

Pada 9 Juni di Prancis, pengunjung dapat merasakan pelonggaran pembatasan lebih lanjut. Jam malam akan diberlakukan kembali hingga pukul 11 malam; ruang makan dalam ruangan akan kembali dengan kapasitas 50%; dan toko non-esensial akan diizinkan untuk mengurangi jarak sosial.

Menambahkan elemen keamanan lain untuk kunjungan asing, pejabat telah mengonfirmasi bahwa wisatawan dapat memanfaatkan tes COVID PCR gratis di Prancis, jika mereka diminta untuk pulang (semua penumpang maskapai yang kembali ke AS harus menyediakannya). Rincian tentang bagaimana pengujian gratis akan bekerja untuk non-residen belum terungkap.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini