COVID-19 Meningkat, Kudus Kembali Tutup Objek Wisata

Antara, Jurnalis · Senin 24 Mei 2021 10:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 24 406 2414494 covid-19-meningkat-kudus-kembali-tutup-objek-wisata-SfOnN240It.jpg Terminal Wisata Bakalan Krapyak, Kudus, Jawa Tengah ditutup (Antara)

PEMERINTAH Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengimbau kepada semua pengelola objek wisata untuk menutup sementara kegiatan mereka, demi menghindari kerumunan sebagai antisipasi penyebaran virus corona jenis baru penyebab COVID-19.

"Terkait permintaan penutupan sementara objek wisata, Sabtu (22 Mei) sudah kami tindaklanjuti dengan pemberitahuan melalui media sosial untuk diimbau para pengelola objek wisata menutupnya sementara waktu sambil menunggu perkembangan kasus COVID-19," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kudus, Bergas Catursasi Penanggungan di Kudus, Senin (24/5/2021).

Baca juga:  Semua Tempat Wisata di Kudus Tutup Selama Libur Lebaran 2021

Sementara untuk Minggu 23 Mei, kata dia, sudah ditindaklanjuti dengan pemberitahuan melalui surat resmi kepada semua pengelola objek wisata sebagai bentuk dukungan untuk menekan kasus COVID-19 karena ketika kasusnya melandai tentunya bisa beroperasi kembali.

 

Hasil pemantauan di objek-objek wisata, katanya, untuk objek wisata umum memang memenuhi batas maksimal pengunjung 30 persen pada hari biasa, sedangkan akhir pekan tentunya bisa lebih sehingga harus ada pemantauan.

Sedangkan untuk wisata religi patut menjadi perhatian karena pengunjungnya dari lintas daerah.

Baca juga:  Perayaan Tradisi Syawalan Ditiadakan, Objek Wisata Boleh Buka

Untuk objek wisata yang dikelola pemerintah, katanya, langsung ditutup, termasuk tempat parkir wisata di Desa Colo, Kecamatan Dawe yang biasanya menampung bus peziarah ke Makam Sunan Kudus juga ditutup.

"Hal terpenting, pengelola objek wisata ada aksi untuk mendukung pemerintah menekan penyebaran kasus COVID-19 agar tidak melonjak," kata Bergas Catursari.

Bupati Kudus Hartopo menambahkan tempat parkir wisata di Bakalan Krapyak, Kecamatan Kaliwungu Kudus, juga sudah diinstruksikan untuk ditutup demi mencegah peningkatan kasus COVID-19 karena saat ini grafiknya meningkat.

Setidaknya, kata dia, penyedia jasa ojek, becak maupun alat transportasi lain untuk mengantar peziarah ke Makam Sunan Kudus tidak tersedia karena Pemkab Kudus tengah berupaya menekan kasusnya agar tidak meningkat.

 ilustrasi

Dengan ditutupnya objek wisata, diharapkan mobilitas warga dari luar kota bisa ditekan sehingga potensi penularan COVID-19, terutama varian virus COVID-19 yang baru tidak masuk ke Kudus, kata Hartopo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini