Spanyol Siap Sambut Wisatawan dari Seluruh Dunia Mulai 7 Juni

Fatha Annisa, Jurnalis · Senin 24 Mei 2021 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 24 406 2414600 spanyol-siap-sambut-wisatawan-dari-seluruh-dunia-mulai-7-juni-Cv5L9F2nJD.jpg Cafe di Spanyol (Foto: Lonelyplanet)

MADRID - Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez mengumumkan pariwisata kembali dibuka pada bulan Juni dengan konfirmasi bahwa pelancong dari seluruh dunia yang divaksinasi, termasuk Amerika Serikat dan Kanada, akan diizinkan memasuki Spanyol tanpa batasan karantina.

Kabarnya, Spanyol siap menyambut wisatawan mancanegara pada 7 Juni.

"Mulai 7 Juni, semua orang yang divaksinasi dan keluarganya akan diterima di negara kami, Spanyol, terlepas dari negara asalnya," kata Sánchez yang dilansir dari Lonely Planet.

Baca Juga:

 Ribuan Migran Maroko Ditolak Masuk Spanyol, Terpaksa Mengemis dan Tidur di Jalan

Terjebak Lockdown di Nepal, 99 Turis Spanyol Dipulangkan

Turis dari negara manapun dikatakan bisa masuk ke wilayah Spanyol asalkan mereka menunjukkan sertifikat yang menjelaskan bahwa mereka telah menerima vaksinasi COVID-19 secara penuh.

Mr Sánchez juga menegaskan bahwa Spanyol akan mengizinkan wisatawan dari 10 negara non-UE berisiko rendah untuk masuk "tanpa batasan" mulai 24 Mei. Inggris ada dalam daftar bersama Australia, Korea Selatan, Jepang dan Selandia Baru.

Berita itu muncul ketika UE mencapai kesepakatan pada hari Kamis tentang pengenalan digital green certificate untuk memungkinkan pariwisata lintas batas di Eropa.

Sertifikat tersebut akan menunjukkan bukti bahwa pelancong telah divaksinasi penuh terhadap COVID-19, telah dites secara negatif untuk virus tersebut, atau memang telah pulih darinya.

Mr Sánchez mengatakan sertifikat digital adalah berita bagus untuk pariwisata dengan memudahkan perjalanan di seluruh blok.

“Gratis, universal dan simple, akan aktif mulai 1 Juli,” tegasnya.

UE sedang bekerja untuk memperpanjang digital green certificate ke negara-negara di luar blok pada musim panas ini.

Spanyol adalah tujuan paling banyak dikunjungi kedua di dunia setelah Prancis dan menerima 80 juta pengunjung internasional per tahun. Ketika keadaan darurat diumumkan pada 25 Maret 2020 dan perbatasan ditutup, sektor pariwisata yang menyumbang sekitar 12 persen dari PDB negara itu terhenti.

 

Sementara ancaman virus masih ada dan jam malam serta pembatasan lainnya tetap diberlakukan di seluruh Spanyol, negara itu mempersiapkan diri untuk masa depan. Pemerintah Spanyol berharap 70 persen dari populasi orang dewasa divaksinasi pada akhir musim panas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini