Inilah Pasir Timbul Bone Labunta, Destinasi Wisata Baru Terpopuler API 2021

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 25 Mei 2021 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 25 408 2415294 inilah-pasir-timbul-bone-labunta-destinasi-wisata-baru-terpopuler-api-2021-pgY7ofQAQg.png Pasir Timbul Bone Labunta di Desa Tanailandu, Kecamatan Mawasangka, Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara (Dispar Buteng/Antara)

PASIR timbul Bone Labunta di Desa Tanailandu, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara sungguh memukau. Wajar saja bila objek wisata ini meraih juara III dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) 2021.

Kepala Dinas Pariwisata Buton Tengah, Wujuddin mengatakan, pasir timbul Bone Labunta merupakan satu dari puluhan objek wisata unggulan Buton Tengah, namun keberadaannya baru dipromosikan dan mulai diketahui masyarakat luas awal 2020 karena letaknya dit engah laut.

Baca juga:  Dawet Ayu Minuman Terpopuler dan Terfavorit Anugerah Pesona Indonesia

"Prosesnya sejak 2020, mulai voting 1 Agustus–31 Desember 2020 dilaksanakan dengan berbagai saluran, seperti instagram, Youtube hingga SMS. Kami juga berjuang bagaimana caranya menarik perhatian orang-orang agar ikut voting mulai dari membuat video hingga publikasi gambar," kata Wujuddin di Kendari seperti dilansir dari Antara, Senin (25/5/2021).

Wisata pantai yang berada di tengah laut di wilayah itu memiliki panjang hampir 100 meter dan lebar sekitar 20 meter, masuk kategori destinasi baru terpopuler di ajang API 2021 bersama Pulau Semau Kabupaten Kupang dan wisata Welora Kabupaten Maluku Barat Daya.

"Malam penganugerahan 18 kategori award berlangsung di kawasan Marina Labuan Bajo, Manggarai Barat, pada 20 Mei 2021 malam," ujarnya.

Baca juga: Ini 6 Pengharagaan Anugerah Pesona Indonesia Diraih Riau

Wujuddin menyebutkan, letak pasir timbul tersebut sekitar 70 kilo meter dari pelabuhan Wamengkoli, sedang jarak tempuh dari daratan dermaga Mawasangka Induk menuju pasir timbul dapat ditempuh sekitar 15 menit menggunakan kapal laut mesin tempel.

Mengutip disparsultra.id, Bone Labunta bisa diakses menggunakan perahu mesin dengan waktu tempuh sekitar 20 hingga 30 menit berangkat dari dermaga Pelabuhan Fery Mawasangka.

Untuk melihat pasir timbul, wisatawan harus datang saat air surut, sehingga sebelum bergerak ke lokasi, cari informasi kepada warga atau nelayan setempat yang memahami cuaca kawasan tersebut.

Sata air surut Anda dapat memasang tenda dan menikmati liburan bersama saudara, kerabat, keluarga maupun teman-teman di sana.

Waktu air surut sekitar 5-7 jam dan surutnya pada waktu tertentu. Biasanya di pagi hari, siang, sore maupun malam hari.

Harga sewa kapal kisaran Rp250 ribu hingga Rp300 ribu dengan kapasitas perahu 5 sampai 15 orang. Perjalanan menuju ke Bone Labunta kita juga akan dimanjakan dengan pemandangan yang indah.

ilustrasi

Wujuddin bersyukur atas dukungan seluruh pihak serta meminta peran masyarakat melestarikan dan menjaga keasrian wisata pasir timbul tersebut, demi kemajuan daerah dan pengembangan UMKM warga setempat.

"Dampak ekonomi terkenalnya wisata Buteng masyarakat sekitar dermaga Mawasangka dapat menciptakan mata pencaharian baru seperti jasa transportasi menuju lokasi begitupun dengan kuliner," tambahnya.

Terkait persiapan API award 2021, pemerintah Kabupaten Buton Tengah juga akan mengikut sertakan wisata pantai mutiara dan kuliner khas Buton Tengah serta wisata goa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini