Share

Lebak Kembali Buka Tempat Wisata, Pelanggar Prokes Bisa Didenda Rp5 Juta

Antara, Jurnalis · Rabu 26 Mei 2021 11:49 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 26 406 2415700 lebak-kembali-buka-tempat-wisata-pelanggar-prokes-bisa-didenda-rp5-juta-8z9bPnMiHD.jpeg Alun-Alun Rangkasbitung di Kabupaten Lebak, Banten (Antara)

PEMERINTAH Kabupaten Lebak kembali membuka lokasi wisata yang sempat ditutup karena adanya kebijakan Gubernur Banten Wahidin Halim, terkait pengendalian penyebaran pandemi COVID-19.

"Kebijakan penutupan itu, namun akhirnya kini Wahidin Halim kembali membuka lokasi wisata di Banten khususnya di zona kuning," kata Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak, Imam Rahmayadin di Lebak, Rabu (26/5/2021).

Baca juga:  Mengenal Seba Badui, Tradisi Pariwisata Terfavorit API 2021

Selama ini, Kabupaten Lebak masuk zona kuning dengan tingkat penyebaran COVID-19 cukup rendah, sehingga dibuka kembali lokasi wisata tersebut.

Pembukaan lokasi wisata tetap wisatawan harus mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan guna mencegah pandemi COVID-19.

Selain itu, pengelola wisata wajib melakukan pemeriksaan suhu tubuh hingga menyediakan sarana sanitizer untuk mencuci tangan juga dilarang terjadi kerumunan.

Apabila, pengelola wisata melakukan pelanggaran maka bisa dikenakan sanksi denda sebesar Rp5 juta.

"Kami ketat menerapkan protokol kesehatan, meskipun destinasi lokasi wisata dibuka kembali," katanya menjelaskan.

Baca juga: Uniknya Masjid di Lebak, Bunyikan Meriam saat Tiba Waktu Buka Puasa

Lokasi wisata di Kabupaten Lebak bisa dikunjungi wisatawan untuk menikmati panorama alam, di antaranya destinasi wisata pesisir pantai dan wisata budaya masyarakat Badui.

Selain itu juga pengunjung dapat menikmati panorama alam dengan wisata di Atas Awan Gunung Luhur dan wisata relegius.

Pembukaan kawasan destinasi wisata, kata dia, diharapkan dapat memulihkan perekonomian masyarakat setempat juga mampu meningkatkan daya beli warga.

"Kami yakin perguliran ekonomi cukup besar jika lokasi wisata itu dibuka," katanya menjelaskan.

Sementara itu, Asep Komar seorang pengelola wisata buatan mengatakan pihaknya merasa lega setelah pemerintah kembali membuka destinasi wisata,sehingga dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat setempat.

 ilustrasi

Sebab, banyak warga di sini mengais rejeki dari wisatawan dengan menjual aneka makanan.

"Kita menjamin pengunjung yang datang ke sini aman dan tidak terpapar COVID-19, sehingga dilakukan pemeriksaan suhu tubuh, mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak dan tidak berkerumun," kata Asep.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini