Pantai Air Manis Sedot 1.500 Wisatawan Per Hari Sejak Dibuka Pasca-Lebaran

Antara, Jurnalis · Rabu 26 Mei 2021 14:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 26 406 2415727 pantai-air-manis-sedot-1-500-wisatawan-per-hari-sejak-dibuka-pasca-lebaran-Qxz78m4IEb.jpg Pantai Air Manis di Padang (Instagram @caritra.raya)

PENGUNJUNG yang datang di Pantai Air Manis (PAM) Padang, Sumatera Barat kembali ramai usai seminggu dibuka pasca-penutupan objek wisata saat libur lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah.

Manager Perusahaan Umum Daerah Padang Sejahtera Mandiri (Perumda PSM) PAM Rizki Rahmat Dani mengatakan jumlah pengunjung yang datang pasca penutupan objek wisata bisa mencapai 1.500 orang per hari.

Baca juga:  7 Cara Sederhana Memikat Hati Pramugari di Pesawat

"Pengunjung yang datang kembali meningkat dari hari biasa yakni mulai 1.000 orang pada hari Senin sampai Jumat dan pada akhir pekan mencapai 1.500 orang per hari sedangkan sebelum bulan puasa pengunjung yang datang berada dikisaran 350 orang," ujarnya di Padang, Rabu (26/5/2021).

 

Selama bulan puasa jumlah pengunjung jauh menurun. Paling banyak ada 10 mobil yang datang dengan jumlah pengunjung sekitar 80 orang per hari.

Rizki menyebut kapasitas pengunjung di PAM bisa mencapai 5.000 orang dan kapasitas untuk parkir mobil yang masuk dari gerbang utama bisa menampung hingga 300 mobil.

Baca juga:  Rumah Gadang Berusia Seabad Ini Jadi Tempat Belajar Penghafal Quran

Untuk tarif masuk bagi dewasa dikenakan Rp10 ribu per orang, anak-anak Rp5 ribu kemudian untuk parkir mobil membayar Rp5 ribu, motor Rp3 ribu dan kendaraan bus Rp10 ribu.

"Semua tarif yang dikenakan dibayar secara non tunai menggunakan kartu. Walaupun ada yang bayar tunai akan dibayarkan ke agen Brizi, jadi saldo dari agen Brizi yang kita input ke mesin EDC," ujar dia.

Sementara terkait adanya pengunjung yang mengaku membayar karcis masuk dan parkir di PAM hingga Rp100 ribu, Humas Perumda PSM Varize Yudhistira memastikan itu bukan pengunjung yang masuk dari gerbang utama yang dikelola PSM.

"Untuk menghindari pungli kami pakai sistem non tunai dan datanya langsung di input dan ada bukti struk, disana ada rincian biaya termasuk untuk parkir dan juga untuk asuransi jiwa," ujar dia.

 ilustrasi

Beredarnya berita bahwa pengunjung yang membayar tiket masuk PAM sampai Rp100 ribu bisa berdampak buruk terhadap objek wisata dan membuat masyarakat berprasangka negatif.

Namun, ia memastikan untuk pengunjung yang masuk dari pintu utama sudah dipasang tarif yang jelas, transparan, serta saat memasuki gerbang telah dipasang baliho yang berisi tarif masuk dan parkir sehingga tidak akan ada pungli.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini