Wisma Atlet Tak Seseram yang Dibayangkan

Gracella Kezia, Jurnalis · Rabu 26 Mei 2021 15:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 26 406 2415789 wisma-atlet-tak-seseram-yang-dibayangkan-kpL5bhoPc8.jpg Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta (Okezone.com/Dede)

WISMA Atlet di Pademangan, Kemayoran, Jakarta Pusat sejak Maret 2020 jadi Rumah Sakit Darurat COVID-19. Sejak pertama dibuka, sudah puluhan ribu pasien dirawat di wisma yang sebelumnya difungsikan untuk atlet dan official tim Asian Games 2018.

Ada tujuh tower di Wisma Atlet yang difungsikan untuk merawat dan isolasi pasien COVID-19 katagori tanpa gejala atau gejala ringan. Adalah Tower 1, 3, 4, 6, dan 7.

Baca juga:  Suntuk WFH Mulu? Ini 5 Kafe di Bali Asyik Buat Nongkrong Sambil Kerja

Nah, sejak menjadi RSD COVID-19, Wisma Atlet menjadi tempat yang dihindari banyak orang karena takut terpapar virus corona. Ternyata kondisi di dalam Wisma Atlet tak seseram yang dibayangkan.

Ira Lathief, pemandu wisata di Jakarta baru-baru ini membuat liputan soal kondisi Wisma Atlet. Melalui video yang diunggah di kanal Youtube Ira Lathief Tour Guide, Ira menunjukkan ke masyarakat bahwa Wisma Atlet tak seperti yang dibayangkan banyak orang.

 ilustrasi

Youtube Ira Lathief Tour Guide

Ira merupakan pasien yang menjalani isolasi di RSD Wisma Atlet. Ia menempati Tower 6 lantai 9. Kapasitas kamar tersebut untuk 3 pasien, namun baru terisi 2 pasien.

Dari tur yang dibuat Ira terlihat bahwa pasien COVID-19 yang dirawat atau diisolasi di Wisma Atlet tetap beraktivitas seperti berolahraga, berinteraksi satu sama lain bahkan bekerja dari sana. Hanya saja aktivitas mereka terpusat di sekitar itu saja.

Para pasien terlihat seperti orang sehat meski sebenarnya mereka terinfeksi COVID-19. Hanya saja pasien yang dirawat di RSD Wisma Atlet katagori gejala ringan.

 

Pasien tetap mendapatkan makanan sehat dan bergizi 3 kali sehari. Di sela-sela itu, mereka juga mendapatkan snack atau camilan.

Baca juga:  Belasan Ribu Wisatawan Padati TMII Akhir Pekan Ini

Para pasien harus mengambil santapannya secara mandiri di tempat yang telah disediakan.

Setalah dari kamar tidur, berikutnya Ira mengajak penonton videonya untuk singgah ke ruang tenaga kesehatan (nakes). Di ruang tersebut, bukan hanya ada dokter dan perawat, namun juga relawan-relawan COVID-19 dari seluruh Indonesia.

Menurut Ira dan teman sekamarnya, para suster dan dokter pun sangat ramah serta para pasien merasa bahwa mereka dirawat dengan baik. Dari cuplikan Youtubenya, bisa dilihat bahwa para pasien pun akrab dengan para nakes.

Setelah dari ruang nakes, Ira lanjut memberikan tur di lantai dasar yaitu di lapangan lantai dasar, tempat para pasien berolahraga seperti senam, voli, dan lainnya. “Nah jadi kadang-kadang ya yang instruktur senamnya itu ada yang dari penari (dancer), kadang-kadang artis juga,” ujar Ira.

Para pasien di Wisma Atlet diwajibkan untuk berolahraga.

Mereka kerap memenuhi lapangan tersebut saat pagi maupun sore untuk berjemur, yang merupakan salah satu cara meningkatkan imun tubuh demi mempercepat penyembuhan COVID-19.

“Jadi kalau di sini senam itu instrukturnya adalah para relawan gitu, jadi semuanya (pengikut senam) adalah pasien covid juga,” ujar Ira sambil menunjukkan lapangan kobra yang luas dan ramai tersebut.

Saat beraktivitas di luar kamar, penghuni Wisma Atlet tetap diwajibkan menaati protokol kesehatan seperti memakai masker dan jaga jarak. Mereka akan diizinkan pulang kalau hasil tesnya sudah negatif COVID-19.

Doni, seorang pasien COVID-19 di Wisma Atlet mengatakan, pasien-pasien di sana diperlakukan baik oleh petugas kesehatan. “Di sini dapet perawatan, ya dilayani dengan baiklah,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini