Hotel-Hotel di Yogya Bersiap Jadi Tempat Karantina Wisatawan Mancanegara

Antara, Jurnalis · Kamis 27 Mei 2021 14:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 26 406 2415877 hotel-hotel-di-yogya-bersiap-jadi-tempat-karantina-wisatawan-mancanegara-TIAZWXeEuY.jpg ilustrasi (stutterstock)

SEIRING dengan rencana dibukanya kembali penerbangan internasional melalui Yogyakarta International Airport, pelaku usaha perhotelan di Kota Yogyakarta diberi kesempatan untuk menyelenggarakan layanan sebagai tempat karantina mandiri bagi penumpang pesawat yang datang dengan penerbangan internasional.

“Hingga saat ini, sudah ada sekitar 10 hotel yang mengajukan rekomendasi ke kami untuk bisa mendapat izin sebagai tempat karantina mandiri bagi penumpang pesawat dari penerbangan internasional,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Wahyu Hendratmoko, Rabu.

Baca juga:  Borobudur Highland, Pariwisata Terpadu yang Harus Sejahterakan Masyarakat

Menurut Wahyu, meski pembukaan kembali penerbangan internasional melalui YIA tersebut belum dapat dipastikan waktunya namun persiapan perlu dilakukan sejak dini termasuk menyelenggarakan layanan karantina mandiri sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19.

Sebanyak 10 hotel yang sudah mengajukan permohonan rekomendasi ke Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta seluruhnya adalah hotel bintang. Dan tidak ada larangan bagi hotel nonbintang untuk mengajukan rekomendasi yang sama.

 

“Ternyata peminatnya cukup banyak. Kebijakan ini pun merupakan ceruk pasar tersendiri bagi pengusaha akomodasi pariwisata,” kata Wahyu.

Baca juga:  Didorong Sandiaga, Yogyakarta Siap Jadi Work From Destination

Dari setiap permohonan yang masuk, akan dilakukan verifikasi ulang terhadap protokol kesehatan dan berbagai sarana prasarana pendukung layanan karantina mandiri.

Setiap hotel harus memiliki sertifikat protokol kesehatan dari Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta dan sertifikat CHSE dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Meski demikian, keputusan terkait izin untuk menyelenggarakan layanan karantina mandiri tersebut akan dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata DIY berdasarkan rekomendasi yang sudah dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata di kabupaten/kota bersama Satgas Penanganan COVID-19 kabupaten/kota.

Setiap hotel yang menyelenggarakan layanan karantina mandiri bagi penumpang pesawat dari penerbangan internasional tetap akan diizinkan untuk melakukan pelayanan bagi tamu umum.

“Biasanya hotel hanya menyediakan kamar di satu lantai saja. Kamar untuk lantai lainnya tetap terbuka bagi tamu umum,” katanya.

Oleh karenanya, lanjut Wahyu, dalam proses verifikasi akan dipastikan kamar yang digunakan sebagai tempat karantina mandiri memiliki fasilitas pendukung protokol kesehatan termasuk akses yang terpisah dengan tamu lainnya.

“Hotel pun harus memastikan bahwa tamu benar-benar menjalani karantina dengan baik. Tidak diperbolehkan keluar kamar sama sekali. Makan pun diantar ke kamar dengan menerapkan protokol kesehatan ketat,” katanya.

Layanan karantina mandiri tersebut minimal dilakukan selama empat hari tiga malam, namun kebijakan bisa diubah sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Penentuan biaya layanan karantina sepenuhnya menjadi hak pelaku usaha hotel karena biaya tentunya ditetapkan berdasarkan jenis layanan yang diberikan,” katanya.

 ilustrasi

Jika layanan penerbangan internasional di YIA sudah kembali dibuka, lanjut dia, maka di kedatangan internasional sudah akan dilakukan skrining termasuk daftar hotel yang bisa dipilih oleh penumpang sebagai tempat karantina mandiri.

“Tamu bisa diantar ke hotel dengan fasilitas antar jemput dari bandara. Selain layanan kamar, tamu juga akan mendapat fasilitas pemeriksaan PCR saat masuk dan saat akan menyelesaikan masa karantina. Jika negatif COVID-19, maka diperbolehkan meninggalkan hotel,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini