Libur Panjang Idul Fitri, Okupansi Hotel di Kota Malang Anjlok

Avirista Midaada, Jurnalis · Kamis 27 Mei 2021 13:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 27 406 2416165 libur-panjang-idul-fitri-okupansi-hotel-di-kota-malang-anjlok-HQHp5b6sVw.jpg Ilustrasi Hotel (Foto: Shutterstock)

MALANG - Tingkat hunian hotel di Malang tercatat menurun selama masa libur lebaran Idul Fitri 2021. Hal ini berdasarkan data dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang yang menyebut ada penurunan 10 persen saat masa libur lebaran.

Ketua PHRI Kota Malang Agoes Basoeki mengungkapkan, di awal Ramadan tingkat okupansi hotel rata - rata di Kota Malang berada di angkat 20 persen. Namun angka ini justru turun sebesar 10 persen di masa libur lebaran.

"Lebaran tahun 2021, tamu hotel sepi dibandingkan sebelumnya. Saat Ramadhan, okupansi 20 persen, sementara pada libur Lebaran turun drastis hingga 10 persen," ucap Agoes, saat dikonfirmasi MPI, pada Rabu) 26/5/2021).

Baca juga:

Hotel-Hotel di Sulut Siap Sambut Kebangkitan Pariwisata

Kapal Titanic Bersandar di China, Menginap Semalam Bujetnya Rp4,4 Juta

Disebutkan Agoes, penurunan okupansi hotel salah satunya disebabkan adanya larangan mudik pada 6 - 17 Mei 2021. Pelarangan mudik ini sebagai langkah meminimalisir pencegahan COVID-19, menjadi satu dari sekian faktor penurunan okupansi hotel di Kota Malang.

Guna mendongkrak pendapatan, pelaku usaha perhotelan pun harus memutar otak dengan mencari keuntungan di sektor lain, salah satu yang bisa dimanfaatkan yakni potensi mengoptimalkan kuliner dan restoran.

"Kreasi terus dilakukan, untuk kamar memang jatuh tapi food and beverage, restoran, masih berjalan. Hal itu disebabkan sektor kuliner Kota Malang memang kuat," beber Agoes kembali.

Peningkatan pendapatan pada sektor kuliner tersebut, lanjut Agoes, saat ini masih bisa dioptimalkan agar sektor perhotelan khususnya di Kota Malang, bisa bertahan di tengah dampak pandemi COVID-19. "Saat ini harus prihatin semua yang penting bisa eksis, dan bisa beropersional," ucap dia.

Usai masa pengetatan dan libur Lebaran, diperkirakan jumlah kunjungan wisatawan ke hotel-hotel yang ada di Kota Malang akan meningkat. Terlebih, minat masyarakat untuk berwisata ke Malang Raya juga terbilang masih tinggi.

"Kota lain ada yang tutup, tetapi Kota Malang berupaya bertahan dan beroperasi meski dalam kondisi sulit," kata Agoes.

 

Sebagai informasi di libur lebaran Idul Fitri 2021, Satgas Penanganan COVID-19 pusat mengambil kebijakan pelarangan mudik. Pelarangan mudik ini berlaku sejak 6 - 17 Mei 2021, dimana selama masa pelarangan mudik ini seluruh mobilisasi masyarakat antar daerah dan rayon dibatasi demi mencegah penyebaran Covid-19.

Pemberlakuan pengetatan dibagi pada dua waktu. Pertama, periode H-14 menjelang masa peniadaan mudik (6-17 Mei 2021), yang berlaku mulai 22 April hingga 5 Mei 2021. Kemudian, pada periode kedua adalah H+7 pasca-masa peniadaan mudik, yang berlaku pada 18-24 Mei 2021.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini