Hotel Megah Terbengkalai di Cimahi Ini Jadi Wahana Selfie

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Sabtu 29 Mei 2021 04:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 28 406 2416809 hotel-megah-terbengkalai-di-cimahi-ini-jadi-wahana-selfie-LM0A7TpjnS.jpg Hotel Terbengkalai di Cimahi (Foto: Youtube)

CIMAHI - Terdapat sebuah hotel terbengkalai yang berdiri di tengah-tengah kota Cimahi. Ya, hotel yang Bernama Royal Tulip ini merupakan hotel megah berbintang lima yang terdiri dari 432 kamar dengan 13 lantai.

Sayangnya, kemegahan dari hotel ini hanya tinggal tersisa bangunannya saja karena sudah lama ditinggalkan. Diketahui hotel tersebut merupakan proyek yang mangkrak dan tidak selesai pengerjaannya.

Kini tampak puing bangunan yang rusak dan besi besi berkarat dan terkesan angker. Di sekitaran hotel juga sudah ditumbuhi dengan semak belukar.

 

Baca Juga:

Libur Panjang Idul Fitri, Okupansi Hotel di Kota Malang Anjlok

 Hotel-Hotel di Sulut Siap Sambut Kebangkitan Pariwisata

“Saya sangat terkesan banget dengan hotel Royal Tulip ini, ini gede banget, sayang banget jadi terbengkalai seperti ini,” ujar youtuber dengan channel sang penjelajah amatir.

Meskipun terbengkalai, hotel yang didesain oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, ini tak pernah sepi. Banyak pengunjung yang datang untuk sekedar berswafoto bahkan tak jarang selebgram, band-band indie dan band nasional yang membuat video klip di area hotel yang belum selesai ini.

Berdasarkan penelusuran Okezone, alasan mengapa hotel ini tidak jadi dilanjutkan pengerjaannya adalah diduga perusahaan pengembang properti terlibat hutang yang mencapai miliaran rupiah.

Salah seorang warganet dengan akun nidyasari citraningrum mengaku bahwa ia adalah keluarga investor dari hotel tersebut dan menjelaskan mengapa hotel menjadi terbengkalai.

 

“Haloo.. keluarga aku kebetulan salah satu investor di Royal Tulip itu.. Katanya dulu terhambat karena izin bangunannya, posisi depan gerbang tol sehingga akan menghambat keluar masuk kendaraan mobil yg akan menimbulkan kemacetan, nah terus ga dicari solusinya gimana padahal bangunan udah segede itu. Terus dana nya juga sudah habis untuk melanjutkan proyeknya. Gatau lagi ada masalah apa nya lagi. Terakhir barang2 digedung itu dijual..,” tulisnya.

(edh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini