Viral Wisatawan Dipaksa Sewa Jeep saat Kunjungi Petisalan Mbah Maridjan, Begini Kronologinya

Priyo Setyawan, Jurnalis · Senin 31 Mei 2021 19:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 05 31 406 2418145 viral-wisatawan-dipaksa-sewa-jeep-saat-kunjungi-petisalan-mbah-maridjan-begini-kronologinya-MaajDvOqEH.jpg Petilasan Mbah Maridjan (Antara)

SEORANG wisatawan, Iqbal Basyari (30) mempertanyakan aturan wajib sewa mobil Jeep untuk berkunjung ke petilasan Mbah Maridjan di Kinahrejo, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Keluhan disampaikan warga Klaten, Jawa Tengah itu viral di media sosial.

Iqbal mulanya naik mobil pribadi ke petilasan Mbah Maridjan di Kinahrejo. Saat tiba di sekitar Ngrangkah, Umbulharjo, mobilnya diberhentikan petugas dan ia dipaksa sewa Jeep untuk ke petisalan Mbah Maridjan.

Baca juga:  Borobudur Highland, Pariwisata Terpadu yang Harus Sejahterakan Masyarakat

Keluhan itu disampaikan Iqbal Basyari dalam grup Facebook sebagaimana dikutip, Senin (31/5/2021).

"Lur, mau tanya. Apakah kalau mau ke Dukuh Kinahrejo, tempatnya Mbah Marijan, gak boleh pakai mobil pribadi ya? Saya tadi mau naik tapi dicegat sama petugas/warga di sekitar 1,5 km sebelum Kinahrejo. Kami dipaksa parkir dan disuruh sewa Jeep kalau mau naik ke tempat Mbah Marijan. Biaya sewa 350-500 ribu, itu pun bentuknya tour bukan ngantar ke tempat yang mau saya tuju,” tulis Iqbal.

ilustrasi 

Iqbal juga menuliskan “Sekitar 20an menit saya lihat jalanan boleh dilewati motor, truk, dan jeep. Ketika saya tanya ulang petugas, dia jelaskan kalau semua yang naik harus pakai Jeep sehingga saya putuskan batal ke tempat mbah Mardijan,” jelasnya.

“Saat turun, saya tanya lagi petugas di pos retribusi dan jawabannya pun sama, harus sewa jeep. Padahal jalan disana mulus, bisa dilewati kendaraan roda dua dan roda empat. Apakah memang jalan umum di sana dimonopoli sehingga pengunjung wajib lapor?”

Pada Minggu 30 Mei 2021, Iqbal bersama keluarganya hendak menuju ke petilasan Mbah Maridjan. Namun sekitar pukul 11.00 WIB saat tiba di lokasi sebelum sampai di lokasi petilasan Mbah Maridjan diberhentikan oleh orang yang mengaku sebagai petugas.

Baca juga:  Pesona Tebing Breksi, Spot Wisata Eksotis dan Instagramable di Yogyakarta

“Petugas itu mengatakan lokasi ini sebagai tempat parkir terakhir dan kalau akan ke petilasan Mbah Maridjan harus sewa jeep. Selain itu jalannya juga rusak dan jelek,” katanya saat dihubungi awak media.

Padahal, jalan yang akan dilewati itu sudah tercukup baik untuk sekadar dilewati. Sebab jalur itu merupakan salah satu jalur evakuasi bagi warga yang berada di lereng Gunung Merapi. Termasuk melihat beberapa kendaraan baik motor dan mobil berplat AB diperbolehkan naik. Namun tidak dengan mobil berplatl luar DIY, seperti AD yang ia dan keluarganya naiki.

"Melihat itu, saya kembali bertanya ke petugas dan jawabannya tetap sama, saya harus pakai jip atau sewa motor dengan biaya sewa jip Rp350-550 sesuai rute yang mereka tentukan," ungkapnya.

Tidak ingin berdebat, Iqbal memutuskan untuk balik kanan tidak melanjutkan perjalanan ke petilasan Mbah Maridjan sesuai rencana.

 ilustrasi

Plt Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Sleman Suci Iriani Sinuraya mengatakan akan menindaklanjuti keluhan tersebut. Yaitu dengan memanggil pihak-pihak terkait dan menelusuri kejadian itu lebih lanjut. Termasuk koordinasi dengan berbagai pihak di tempat tersebut

"Baru ditelusur dan minta pelaku dipanggil serta sebagai tindaklanjutnya akan adakan rapat koordinasi lintas pihak,” janjinya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini