Pramugari Dipukul, Maskapai Ini Larang Alkohol dalam Penerbangan

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Rabu 02 Juni 2021 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 02 406 2418936 pramugari-dipukul-maskapai-ini-larang-alkohol-dalam-penerbangan-pKdUaCebb4.jpg Pelaku Pemukulan Pramugari(Foto: Foxnews)

LOS ANGELES - Dua maskapai penerbangan di AS kini melarang penjualan alkohol dalam penerbangan setelah seorang anggota awak kabin berulang kali ditinju wajahnya oleh seorang penumpang.

Southwest dan American Airlines sama-sama mengumumkan bahwa minuman beralkohol tidak akan lagi ditawarkan di dalam pesawat sebagai tanggapan atas rentetan insiden baru-baru ini yang melibatkan wisatawan yang nakal.

Serangan paling mengejutkan terjadi pada layanan Southwest dari Sacramento ke San Diego, California, pada 23 Mei, ketika seorang penumpang wanita mengabaikan instruksi kru sebelum memukul pramugari beberapa kali.

Baca Juga:

Pesawat Terpaksa Mendarat Darurat Gegara Alarm Bom Palsu

4 Tips Dapatkan Tiket Pesawat Murah saat Musim Panas

Dilansir Okezone dari Independent, Serikat pramugari kemudian mengkonfirmasi bahwa dia kehilangan dua gigi dalam serangan itu.

Polisi menangkap pelaku, Vyvianna Quinonez, 28 tahun, dan mendakwanya dengan tuduhan kejahatan.

Southwest menegaskan dia dilarang terbang untuk kedepannya dengan maskapai.

Sonya Lacore, wakil presiden operasi dalam penerbangan Southwest, mengatakan bahwa: "penumpang yang terlibat dalam insiden terbaru telah diberitahu bahwa dia mungkin tidak lagi terbang dengan Southwest Airlines."

"Penumpang berulang kali mengabaikan instruksi standar dalam penerbangan dan menjadi kasar secara verbal dan fisik saat mendarat," kata juru bicara Southwest kepada USA Today saat itu.

“Petugas penegak hukum diminta untuk menemui penerbangan pada saat kedatangan, dan penumpang itu ditahan.

“Kami tidak memaafkan atau mentolerir pelecehan verbal atau fisik terhadap awak pesawat kami, yang bertanggung jawab atas keselamatan penumpang kami.”

Rincian lebih lanjut tentang cedera anggota awak yang tidak disebutkan namanya dibagikan oleh serikat pramugari, yang menulis surat kepada CEO maskapai setelah serangan itu.

Dari tanggal 8 April hingga 15 Mei telah dilaporkan terdapat 477 insiden pelanggaran penumpang pada penerbangan Southwest.

Sekitar 1.300 penumpang telah dilaporkan ke regulator penerbangan AS sejak Februari 2021, dalam lonjakan perilaku yang mengganggu sejak awal tahun.

Tahun-tahun kebelakang biasanya terjadi antara 100 dan 150 insiden.

 

Otoritas Penerbangan Federal AS (FAA) kemudian memperpanjang kebijakan "tanpa toleransi" terhadap penumpang yang nakal, yang kemungkinan akan tetap berlaku hingga 13 September.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini