Genjot 5 Destinasi Super Prioritas, Sandiaga Beberkan Tren Pariwisata Pasca-Pandemi

Siska Permata Sari, Jurnalis · Kamis 03 Juni 2021 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 03 406 2419370 genjot-5-destinasi-super-prioritas-sandiaga-beberkan-tren-pariwisata-pasca-pandemi-VnO663eyF3.jpeg Menparekraf Sandiaga Uno (Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, pihaknya fokus dengan pengembangan 5 destinasi super prioritas sesuai dengan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Demi menggenjot pengembangan 5 destinasi super prioritas, Sandiaga ingin melakukan langkah-langkah pendekatan holistik dan komprehensif. Termasuk, infrastrukturnya dan juga sumber daya manusia (SDM).

Baca juga:  Sandiaga Uno Hadirkan 5 Destinasi Super Prioritas di Ibu Kota

“Kita terus lakukan langkah-langkah pendekatan holistik dan komprehensif sehingga bisa dipersiapkan secara 360 derajat. Bukan hanya infrastrukturnya, tapi juga SDM dan calender of event,” kata Sandiaga Uno dalam acara Weekly Press Briefing, Rabu 2 Juni 2021.

 ilustrasi

Dia juga mengatakan, belakangan ini terdapat peningkatan jumlah pengunjung di 5 destinasi super prioritas yakni Borobudur, Danau Toba, Likupang, Mandalika, dan Labuan Bajo.

Dalam kesempatan yang sama, Sandiaga Uno juga membeberkan tentang tren pariwisata setelah pandemi COVID-19.

“Tren pariwisata pasca-pandemi sudah terlihat, bahwa tren pariwisata ini lebih normalize, customize, localized, dan personalize smaller in size. Kami bisa memberikan update bahwa ada peningkatan rasa aman dan nyaman dalam berwisata, terlihat dengan peningkatan kunjungan di berbagai destinasi super prioritas,” ujarnya.

Baca juga:  Kemenparekraf Siap Bentuk Crisis Center di 5 Destinasi Wisata Prioritas

Tak hanya peningkatan pengunjung di destinasi super prioritas, Sandiaga juga melihat adanya pemulihan permintaan wisata domestik.

 

“Kami juga mulai memantau ada pemulihan permintaan domestik. Walaupun belum dibuka, tapi pemulihan permintaan internasional bisa dilihat dari hasil ATM (Arabian Travel Market) yang menunjukkan permintaan kepada Indonesia, khususnya Bali saat ini,” bebernya.

Selain itu, saat ini Kemenparekraf juga fokus dengan dua kebijakan andalannya yaitu desa wisata dan pengembangan ekonomi kreatif.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini