Kunjungan Wisatawan Meningkat, Pariwisata Labuan Bajo Diyakini Segera Pulih

Fatha Annisa, Jurnalis · Minggu 06 Juni 2021 00:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 04 408 2420146 kunjungan-wisatawan-meningkat-pariwisata-labuan-bajo-diyakini-segera-pulih-U0gnAOpCWy.jpg Labuan Bajo (Foto: Okezone)

LABUAN BAJO - Wisatawan Labuan Bajo meningkat setelah turun sebesar 83 persen selama kawasan pariwisata andalan Indonesia itu diterpa pandemi Covid-19. Tahun ini diyakini menjadi saat pariwisata Labuan Bajo kembali pulih.

Shana Fatina, Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPKBF), menyampaikan bahwa pariwisata Labuan Bajo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur mulai bangkit setelah pada tahun 2020 hanya dikunjungi 44.543 wisatawan atau 83% lebih rendah dibanding tahun 2019, yakni 259.171 wisatawan.

“Alhamdulillah, kunjungan wisatawan terus meningkat. Objek wisata pun makin beragam. Selain pesona laut dan Komodo, juga ada desa wisata, produk-produk ekonomi kreatif, dan atraksi budaya. Saya yakin, tahun ini menjadi tahun pemulihan pariwisata Labuan Bajo,” kata Shana seperti tertulis dalam laporan pers.

Baca juga:

Kunjungan Wisatawan ke Labuan Bajo Turun 83%

 Ini 6 Pengharagaan Anugerah Pesona Indonesia Diraih Riau

Pada Minggu, Shana melakukan promosi pariwisata Labuan Bajo di pementasan “Animal Pop Komodo” di Stasiun MRT Bundaran HI.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar, dan Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Neil El Himan turut hadir dalam acara tersebut.

Shana berharap dengan dilakukannya kegiatan ini masyarakat menjadi lebih mengenal pariwisata Labuan Bajo serta menumbuhkan rasa bangga akan keberadaan produk-produk ekonomi kreatif dari pelaku UMKM di Labuan Bajo-FLores.

Selain itu, Shana juga mengajak publik untuk menyerukan tagar #RinduLabuanBajo sehingga Labuan Bajo selalu diingat sebagai destinasi yang wajib dikunjungi setelah pandemi mereda.

Promosi kampanye #RinduLabuanBajo yang dilakukan BOPLBF melalui penampilan “Animal Pop Komodo”, sebuah tari kontemporer kreasi anak muda Pulau Komodo dan Pulau RInca, mendapat apresiasi dari Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno.

“Animal Pop Komodo” dikatakan terinspirasi dari kegiatan inkubasi program Aksilarasi 2020 subsektor seni pertunjungkan, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf.

Talkshow, pemenasan musik, Sasando, dan pameran ekonomi kreatif karya para pelaku UMKM di Labuan Bajo juga digelar pada kampanye tersebut. Menparekraf mengatakan, ini adalah upaya bersama untuk mempromosikan Labuan Bajo, yang merupakan salah satu dari lima destinasi super prioritas.

“Melalui kampanye #RinduLabuanBajo, kami ingin memastikan kunjungan wisatawan ke Labuan Bajo ke depan akan lebih berkualitas dan berkelanjutan," kata Menparekraf.

Kualitas wisatawan diharapkan ikut meningkat sehingga dapat tercipta lapangan kerja dan memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

"Kita tidak lagi melihat kuantitas tapi kualitas dari segi penciptaan lapangan kerja, juga peningkatan ekonomi kreatif. Ini merupakan kolaborasi bersama, harapanya kita bisa segera bangkit membantu saudara kita yang betul-betul membutuhkan bantuan dan harapan kita agar pariwisata bisa segera bangkit dan pulih," kata Sandiaga Uno.

 

Sementara itu, Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar menyatakan siap berkolaborasi dengan Kemenparekraf/Baparekraf untuk mempromosikan pariwisata dan ekonomi kreatif di Tanah Air. Hingga saat ini, terdapat 13 stasiun MRT di Jakarta yang dapat menjadi lokasi promosi pariwisata dan pameran produk-produk ekonomi kreatif.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini