Hati-Hati, Stempel Paspor Ini Berakibat Denda dan Tak Bisa Pulang

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Senin 07 Juni 2021 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 07 406 2421373 hati-hati-stempel-paspor-ini-berakibat-denda-dan-tak-bisa-pulang-weeFCRkCmS.jpg Ilustrasi Stempel Pasport (Foto: Newscom)

WALES - Jika anda bepergian ke destinasi wisata di negara asing, anda harus berhati-hati akan stempel paspor yang banyak ditawarkan di tempat tujuan wisata.

Pasalnya jika anda mengiyakan, stempel yang sejatinya hanyalah suvenir ini benar-benar akan di cap di paspor anda dan dapat membuat dokumen perjalanan Anda menjadi tidak berlaku. Wisatawan akan dilarang terbang dan harus membayar ratusan dolar untuk paspor darurat jika mereka melakukan kesalahan ini.

Checkpoint Charlie yang terkenal di Berlin, dan kota Ciudad Mitad del Mundo di Ekuador adalah salah satu tujuan yang menawarkan stempel baru bagi wisatawan untuk memperingati perjalanan mereka.

 

Baca Juga:

Airlangga Tegaskan Kapasitas Tempat Wisata Hanya 50%

Bukittinggi Batasi Pengunjung Tempat Wisata saat Libur Lebaran

 

Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima di Jepang, Warisan Antartika, Pulau Paskah dan desa Welsh Llanfairpwllgwyngyllgogerychwyrndrobwllllantysiliogogogoch, yang terkenal dengan nama tempat terpanjang di dunia, juga menawarkan stempel suvenir.

Tina Sibley, 60, yang berasal dari Inggris tetapi tinggal di Spanyol, telah memesan penerbangan ke Phuket dari Madrid pada Februari 2020.

Ketika mencoba naik ke pesawatnya dan kemudian di cek paspornya, ia dihentikan karena memiliki cap suvenir dari Peru setelah mengunjungi Machu Picchu.

"Jangan masukkan stempel turis ini di paspormu!" dia menulis di Facebook yang dilansir Okezone dari News Au.

“Saya baru saja ditolak naik pesawat ke Thailand karena mereka. Aku patah hati! Rupanya mereka dapat membatalkan paspor Anda dan imigrasi semakin ketat.”

Meski Kedutaan Besar Inggris mengatakan paspornya masih berlaku, mereka menyebutnya "sampah," dan Sibley tetap harus membuat dokumen darurat baru dan memesan penerbangan lain dengan biaya sekitar $ 1800 atau sekitar 25 juta rupiah.

Ini juga sesuatu yang perlu diwaspadai oleh wisatawan Australia, karena Pemerintah Federal hanya mengakui stempel oleh perwakilan resmi dari pemerintah asing. Departemen Luar Negeri dan Perdagangan mengatakan “perubahan atau perusakan” paspor dapat menghentikan orang untuk bepergian.

Negara lain juga sama ketatnya. Di Taiwan, seorang wanita ditolak masuk setelah putrinya menambahkan stempel Hello Kitty ke paspornya, sementara siapa pun yang bepergian ke Amerika Serikat hanya boleh memiliki stempel khusus dari negara asing atau membuat catatan atau tambahan pada paspor.

 

Bukan hanya stempel baru yang dapat menimbulkan masalah bagi para wisatawan.

Banyak negara Liga Arab menolak masuk bagi wisatawan yang paspornya memiliki bukti bahwa mereka telah melakukan perjalanan ke Israel.

Untuk mengatasi hal ini, pejabat perbatasan Israel malah mencap sisipan paspor terpisah yang dapat dibuang oleh para wisatawan saat keberangkatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini