Dihadiri Turis Asing, Arab Saudi Sukses Gelar Konser Perdana Sejak COVID-19

Fatha Annisa, Jurnalis · Senin 07 Juni 2021 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 07 406 2421378 dihadiri-turis-asing-arab-saudi-sukses-gelar-konser-perdana-sejak-covid-19-5ccuq6FkPg.jpg Konser perdana di Riyadh, Arab Saudi sejak pandemi COVID-19 (AFP/France24)

RATUSAN orang berkumpul di Kota Riyadh, Arab Saudi untuk menyaksikan konser pertama sejak pandemi COVID-19. Konser yang berlangsung di sebuah hotel mewah, pada Kamis lalu, menampilkan diva Suriah Assala Nasri dan penyanyi Kuwait Nabeel Shuail.

Sebelum aturan ketat diberlakukan setahun yang lalu untuk menahan penyebaran virus corona, Arab Saudi telah mulai melonggarkan pembatasan hiburan selama beberapa dekade, sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan citranya dan menarik wisatawan.

Baca juga: Keren Banget, Dalam Gua Ini Ada Danau Bawah Tanah Airnya Sebening Kaca

"Ini adalah konser pertama yang diadakan di Saudi untuk waktu yang sangat lama," kata salah satu penonton konser yang diadakan di sebuah restoran dalam hotel besar di Riyadh.

"Kami senang datang dari Kuwait untuk menghadiri konser tersebut," kata seorang turis Kuwait, seperti dilansir France 24, Senin (7/6/2021).

Arab Saudi telah secara resmi mencatat lebih dari 454.000 infeksi virus corona, termasuk 7.408 kematian.

Itu bukan konser pertama di Arab Saudi. Penyanyi tenor Italia Andrea Bocelli bernyanyi pada bulan April di kota kuno Hegra di Saudi, sebuah situs Warisan Dunia UNESCO.

Arab Saudi telah menjadi tuan rumah bagi perhelatan musik dari musisi internasional, misalnya Janet Jackson, 50 Cent, dan grup pop Korea BTS. Empat tahun lalu, hal tersebut tidak bisa dibayangkan terjadi di negara konservatif seperti Arab Saudi.

Baca juga: Riyadh Oasis Dimulai, Wisatawan Bisa Rasakan Liburan Mewah di Tengah Gurun Pasir

Pandemi mengerem dorongan ambisius negara itu untuk mengubah citra globalnya dan menarik wisatawan.

Tetapi negara ini terus menghadapi kritik berulang terhadap catatan hak asasi manusianya, terutama tindakan keras tanpa henti terhadap suara-suara yang berbeda pendapat, termasuk beberapa aktivis feminis.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini