Lama Tidak Dipakai, Ribuan Pesawat ini Dipenuhi Ular hingga Kalajengking

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Senin 07 Juni 2021 20:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 07 406 2421405 lama-tidak-dipakai-ribuan-pesawat-ini-dipenuhi-ular-hingga-kalajengking-sHUi10dkW7.jpg Ilustrasi Pesawat Terbang (Foto: Newscom)

CALIFORNIA - Mekanik di fasilitas penyimpanan pesawat di gurun California selatan di AS terkejut karena tempat parkir pesawat dipenuhi dengan ular derik.

Dengan hanya berbekal gagang sapu, mereka berusaha untuk melawan dan mengusir ular berbisa tersebut.

Ribuan pesawat yang tidak digunakan karena penurunan perjalanan akibat pandemi, telah duduk diam di hanggar di barat daya Amerika dari tahun lalu.

Baca juga:

 Pegang Bokong Pramugari, Pria ini Dijatuhi Hukuman 6 Bulan Penjara

Apes Salah Naik Pesawat, Penumpang Ini Harus Putar Balik 3.000 KM

Di fasilitas penyimpanan berjarak dua jam dari Los Angeles, mekanik maskapai Qantas telah menemukan banyak dengan kalajengking dan ular derik Mojave merangkak di dalam dan di sekitar roda pesawat mereka.

"Daerah ini terkenal dengan 'rattlers' yang penuh semangat yang suka meringkuk di sekitar ban karet hangat (sic) dan di roda dan rem pesawat," lapor Tim Heywood, seorang eksekutif teknik Qantas, dalam siaran pers yang dilansir Okezone dari News Au.

“Setiap pesawat memiliki ‘wheel whacker’ (pegangan sapu yang diubah fungsinya) sebagai bagian dari kit teknik, lengkap dengan registrasi masing-masing pesawat yang tertulis di atasnya.”

Saat ini musim ular berbisa di gurun Mojave California dan teknisi Qantas yang berbasis di hanggar maskapai Los Angeles telah menambahkan prosedur pengecekan baru.

Ketika pandemi melumpuhkan perjalanan global, maskapai penerbangan di seluruh dunia memberhentikan atau mempensiunkan ribuan pesawat di tempat yang dikenal sebagai "kuburan pesawat" di gurun California Selatan dan Arizona.

Banyak dari pesawat itu telah kembali untuk mengangkut penumpang. Tetapi ratusan pesawat terbesar, termasuk jet Airbus A380 bertingkat ganda yang digunakan untuk perjalanan jarak jauh, tetap tidak beroperasi di fasilitas gurun ini.

 

Pesawat dimonitor dengan hati-hati bahkan saat berada di gudang, dengan mekanik yang sangat berhati-hati sekarang untuk mengawasi makhluk yang merayap.

“Hal pertama yang kami lakukan sebelum membuka dan memulai inspeksi darat dari roda pendarat khususnya adalah berjalan di sekitar pesawat menghentakkan kaki kami dan mengetuk roda dengan wheel whacker untuk membangunkan dan menakut-nakuti ular. Itu g memastikan tidak ada bahaya yang menimpa teknisi kami atau ular, ”kata Heywood.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini