Gegara Perangkat Mencurigakan, Penumpang Tertahan 3 Jam di Pesawat Usai Mendarat

Mila Widya Ningrum, Jurnalis · Selasa 08 Juni 2021 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 08 406 2421889 gegara-perangkat-mencurigakan-penumpang-tertahan-3-jam-di-pesawat-usai-mendarat-KUWezzy61r.jpg ilustrasi (stutterstock)

SIAPAPUN tidak ada yang suka menunggu untuk turun dari pesawat setelah mendarat. Tapi, seluruh penumpang maskapai Delta Airlines dipaksa bertahan dalam pesawat selama 3 jam gara-gara laporan ada perangkat mencurigakan di dalamnya.

Melansir dari laporan Fox News, Selasa (8/6/2021), kejadian ini terjadi di Bandara Internasional Jacksonville di Florida, Amerika Serikat. Saat itu, pesawat sudah mendarat di bandara tersebut, tapi penumpang harus menunggu 3 jam dalam pesawat, tidak diizinkan turun.

Baca juga: Penumpang Nekat Buka Pintu Kabin dan Pukul Pramugari saat Pesawat Mengudara

News 4 Jax melaporkan bahwa insiden itu terjadi ketika penerbangan Delta mendarat pada Sabtu lalu sekitar pukul 12.30 pagi waktu setempat.

Administrasi Penerbangan Federal memberi tahu bandara tentang kemungkinan perangkat ada di pesawat. Penumpang di pesawat tampaknya tidak tahu apa yang terjadi pada awalnya.

"Saya melihat ke luar jendela dan bisa dikatakan bahwa kami tidak berada di landasan pacu reguler. Kami berada di landasan pacu terjauh yang dimiliki bandara. Saya pikir itu adalah sesuatu yang harus ditanggapi dengan serius," kata seorang penumpang pesawat tersebut.

Menurut laporan, tidak ada perangkat mencurigakan yang ditemukan di pesawat setelah berjam-jam dicari.

Penerbangan tersebut dilaporkan lepas landas dari Bandara Internasional Hartsfield-Jackson, Atlanta sekitar pukul 11.24 malam. Ketika mendarat, penumpang tampaknya diberitahu bahwa mereka ditunda dari deplaning karena masalah pemeliharaan.

Baca juga: Aksi Heroik Pramugara Bergulat dengan Pembajak Pesawat Tuai Pujian

Penumpang akhirnya tidak meninggalkan pesawat sampai sekitar 3:30. Mereka kemudian menjadi sasaran pencarian dan interogasi lebih lanjut di area Bea Cukai AS di bandara. Mereka dilaporkan disediakan kamar hotel oleh bandara.

Fox News menghubungi Delta meminta konfirmasi, tapi belum ditanggapi. Sementara FBI melakukan penyelidikan.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini