Disuntik Vaksin AstraZeneca, Sandiaga: Alhamdulillah Tak Ada Keluhan

Antara, Jurnalis · Selasa 08 Juni 2021 14:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 08 406 2421912 disuntik-vaksin-astrazeneca-sandiaga-alhamdulillah-tak-ada-keluhan-lThcWikGfY.jpeg Menparekraf Sandiaga Uno disuntik vaksin di Sentra Vaksinasi COVID-19 di Mall Neo Soho, Jakarta (Antara/Aditya)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menerima vaksin COVID-19 di Sentra Vaksinasi COVID-19 di Jakarta, meskipun sudah pernah terpapar Virus Corona pada 2020.

"Kurang lebih enam bulan lalu saya kena COVID-19, Desember kena COVID-19, tanggal 23 Desember ditunjuk Bapak Presiden, hari ini tepat enam bulan sejak kena COVID-19, atas saran dokter saya direkomendasikan untuk mendapat vaksinasi," kata Sandiaga usai menerima vaksin, Selasa (8/6/2021).

Baca juga: Kampanyekan Sport Tourism, Sandiaga Gowes dari Yogya ke Borobudur

Menparekraf mengaku tidak merasakan efek samping setelah menerima vaksinasi. Saat skrining, kondisi kesehatan Sandiaga terpantau normal dan diperbolehkan menerima vaksin oleh dokter.

"Vaksinnya AstraZeneca expired date-nya Juni jadi masih berlaku. Prosesnya Alhamdulillah tidak ada sama sekali keluhan," katanya.

Pemerintah bekerja sama dengan pelaku usaha menyelenggarakan vaksinasi COVID-19 di Mall Neo Soho Central Park bagi para pelaku ekonomi kreatif subsektor musik, fesyen, dan film, yang memiliki aktivitas frekuensi tinggi, berkumpul atau berkerumun, dan berinteraksi dengan publik di wilayah DKI Jakarta.

Baca juga: Genjot 5 Destinasi Super Prioritas, Sandiaga Beberkan Tren Pariwisata Pasca-Pandemi

Sentra vaksinasi yang dimulai pada 8-11 Juni tersebut menargetkan pemberian vaksin pada 4.000 orang dari pelaku usaha ekonomi kreatif. Penyelenggaraan vaksinasi merupakan hasil kolaborasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Kesehatan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Alodokter, Neo Soho Central Park, dan rumah sakit swasta grup Bunda Medik Healthcare System (BMHS).

Sandiaga berpesan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan 3M sebagai pencegahan COVID-19, mengingat saat ini data konfirmasi positif COVID-19 di Indonesia kembali merangkak naik.

"Kita malah menemukan klaster yang memprihatinkan, seperti di Kudus dan Bangkalan. Di Jakarta Barat tadi disebutkan keterisian ICU 63 persen, isolasi mandiri 55 persen," kata Menpaekraf Sandiaga.

ilustrasi

Selain berpesan kepada masyarakat, Menparekraf juga meminta agar para pelaku usaha mematuhi protokol kesehatan dalam membuka usaha mereka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini