Kawanan Gajah Liar Sebabkan Kerugian hingga Rp15,1 Miliar di China

Fatha Annisa, Jurnalis · Selasa 08 Juni 2021 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 08 406 2421973 kawanan-gajah-liar-sebabkan-kerugian-hingga-rp15-1-miliar-di-china-nWKuLWGXKp.jpg Kawanan Gajah (Foto: Torontosun)

BEIJING - Kawanan gajah liar mendekati kota Kunming, ibu kota provinsi Yunnan, China Barat Daya pada hari Rabu, setelah perjalanan beberapa ratus kilometer dari hutan ke selatan.

Kelompok gajah Asia, yang mencakup tiga anak gajah, awalnya tinggal di cagar alam. Menurut pejabat Xinhua, gajah-gajah tersebut telah berjalan hampir 500 kilometer di sepanjang jalan raya dan ladang selama beberapa bulan terakhir.

Mereka telah mencuri hasil panen, berkeliling di halaman desa untuk mencari makanan, dan membobol dealer mobil di mana mereka minum seember air dan meninggalkan jejak kaki yang berlumpur.

Baca Juga:

Induk Gajah 35 Tahun Ditemukan Mati Tinggal Tulang Belulang

 Gerombolan Gajah Liar Masuk Kota, Menolak Kembali ke Hutan

Masyarakat menyebut kawanan tersebut “Wisata Makan dan Jalan Kaki Gajah Liar ke Utara”. Dalam satu insiden, Polisi Eshan menuturkan seekor gajah muda dilaporkan menyerbu toko minuman jagung milik penduduk desa dan tertinggal kawanannya.

Konflik antara penduduk desa dan gajah muncul saat mereka meninggalkan kawasan lindung untuk memasuki desa dan memakan tanaman. Sekitar 6,8 juta yuan (Rp15,1 miliar) kerusakan telah disebabkan oleh kawanan gajah ini, menurut Xinhua.

Mereka berada dalam jarak beberapa kilometer dari tepi Kunming, sebuah kota dengan sekitar 8 juta penduduk, pada sore hari tanggal 2 Juni, menurut CCTV televisi nasional.

Meskipun tidak jelas mengapa rombongan gajah bergerak ke utara, laporan Xinhua mengatakan penurunan tanaman yang dapat dimakan di habitat hutan dan meningkatnya jumlah hewan di Yunnan dalam beberapa dekade terakhir membuat mereka tertekan.

“Kami tidak tahu ke mana mereka pergi,” kata Chen Mingyong, seorang profesor di Universitas Yunnan yang mempelajari gajah liar, kepada penyiar CCTV.

“Gajah Asia memang biasa bermigrasi, tapi dulu kebanyakan untuk mencari makan di dalam habitatnya,” katanya, seperti dilansir Toronto Sun. "Sebuah eksodus jauh ke utara ini cukup langka."

 

Dari penduduk lokal hingga pejabat dan influencer TikTok negara ini telah menyita perhatiannya untuk 15 gajah yang terus mengabaikan sirine polisi. Truk berisi makanan didatangkan dalam upaya memancing mereka pulang ke habitat aslinya di Xishuangbanna dekat perbatasan China dengan Laos dan Myanmar.

Pemerintah daerah di Yunnan, yang berbatasan dengan Vietnam, Laos, dan Myanmar, telah menggunakan penghalang jalan dan berton-ton makanan untuk mencoba mengalihkan jalur gajah selama beberapa minggu terakhir, sambil mengevakuasi daerah pemukiman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini