COVID-19 Merajalela, Visit Batang 2022 Batal Dipromosikan

Antara, Jurnalis · Rabu 09 Juni 2021 10:34 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 08 406 2422137 covid-19-merajalela-visit-batang-2022-batal-dipromosikan-ldALn5rhHO.jpg Kebun teh Puncak Tombo di Batang, Jawa Tengah (Instagram @satrioprihasmoro)

PEMERINTAH Kabupaten Batang, Jawa Tengah, membatalkan kegiatan promosi Visit Batang 2022 Heaven of Asia yang rencananya dilaksanakan pada tahun depan, karena pertimbangan kasus COVID-19 belum mereda.

Baca juga:  Batang Targetkan 1 Juta Kunjungan Wisatawan dan PAD Pariwisata Rp2 Miliar

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Batang Wahyu Budi Santosa mengatakan, pembatalan kegiatan promosi wisata unggulan daerah yang rencananya menghadirkan pegiat maupun wisatawan domestik dan mancanegara ini sebagai upaya mengantisipasi penyebaran COVID-19.

"Kami sudah merancang kegiatan itu pada rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dan sudah ditargetkan. Akan tetapi, karena ada pandemi COVID-19 maka program itu tidak bisa maksimal," katanya, Selasa 8 Juni 2021.

 

Ia mengatakan sesuai RPJMD maka target program wisata tahun ini adalah penyelenggaraan festival tingkat nasional yang bisa menarik wisatawan mancanegara.

Baca juga:  Kembangkan Wisata Budaya, Batang Akan Bangun Patung ala GWK Bali

Pemkab, kata dia, sudah berkonsultasi dengan penggagas Borobudur International Festival untuk belajar menyelenggarakan festival tingkat internasional.

Menurut dia, segala perencanaan tidak bisa dilakukan karena target utama program Visit Batang 2022 adalah kunjungan wisatawan semaksimal mungkin.

Selain itu, kata dia, ada ukuran kesuksesan kalender even wisata antara lain jumlah kunjungan hingga perputaran ekonomi.

"Oleh karena itu, jika sekarang (dilaksanakan) jelas tidak bisa karena tidak dilarang ada kerumunan. Selain itu, wisatawan mancanegara juga sensitif dengan situasi daerah yang dikunjungi saat pandemi COVID-19," katanya.

 ilustrasi

Wahyu mengatakan jikapun akan menggelar kegiatan pariwisata maka Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan minta pemkab menyodorkan sertifikat CHSE (Clean, Health, Safety, dan Environment) atau kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian lingkungan.

"Sertifikat itulah yang sedang kami kejar saat ini, ketika punya sertifikat itu maka wisatawan pun merasa lebih aman berwisata di tengah pandemi COVID-19," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini