Disuruh Pakai Masker, Remaja Ini Ancam Tembak Pramugari dan Minta Oral Seks

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Rabu 09 Juni 2021 15:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 406 2422357 disuruh-pakai-masker-remaja-ini-ancam-tembak-pramugari-dan-minta-oral-seks-9aOCQvC7Jw.jpg ilustrasi pelecehan seksual (stutterstock)

SEORANG remaja bernama Kieran Harris mengancam tembak pramugari dan melecehkannya saat disuruh memakai masker dalam pesawat. Akibat perbuatannya, pria 19 tahun itu dihukum 12 minggu penjara dan bayar kompensasi ke pramugari £250 atau sekira Rp5 juta.

Kieran Harris mengancam akan pramugari dan meminta bantuan seksual dalam penerbangan dengan maskapai easyJet dari Alicante, Spanyol menuju Manchester, Inggris. Dalam pesawat itu ada 177 penumpang.

Baca juga: Jangan Lepaskan Sepatu di Pesawat, Ini Alasannya

Melansir laporan The Leader, Rabu (9/6/2021), Harris yang berasal dari Garston, Liverpool berulah di pesawat dalam keadaan mabuk. Insiden itu terjadi pada Mei 2021.

Harris terbang sendiri dan minum vodka hingga teler. Ia sudah empat kali diminta memakai masker, namun mengacuhkannya.

Setelah memaki seorang manajer kabin, dia memberi tahu pramugari Caroline Callaghan "saya kenal orang-orang-saya tidak takut pada polisi."

Pramugari Dorota Kazimierczak lantas memintanya untuk tetap di kursinya dan mengenakan sabuk pengaman selama di pesawat. Celakanya, Harris malah menuntut pramugari itu agar melakukan seks oral padanya.

Dia kemudian meneriakkan pelecehan rasis dan mengancam akan menembaknya dan pacarnya.

“Selama empat tahun saya terbang, saya tidak pernah menghadapi situasi seperti ini. Dia agresif kepada banyak orang dan tidak terkendali dan saya merasa takut. Saya hanya senang atas bantuan kapten dan polisi,” kata Callaghan menceritakan kasus dialaminya.

Baca jugaa: Pegang Bokong Pramugari, Pria ini Dijatuhi Hukuman 6 Bulan Penjara

“Situasinya menyedihkan dan sangat sulit untuk dihadapi. Dia menjadi mabuk dengan sangat cepat. Saya tidak yakin apakah ini karena alkohol atau obat-obatan, karena mulutnya berbusa.”

Ketika kru mencoba menghubungi polisi, Harris berteriak “Apakah Anda memanggil polisi untuk saya? Aku telah membunuh orang, dan aku akan membunuhmu juga.”

Harris harus dikawal dari pesawat. Para penumpang lain kesal dengan ulahnya.

Harris kemudian diadili di pengadilan Manchester. Di depan hakim, Harris mengaku bersalah karena mabuk di pesawat dan mengakui mengancam awak kabin.

Pengacaranya Harris, Georgia Maudsley mengatakan, kliennya minum minuman beralkohol untuk mengatasi kecemasan.

“Dia masih remaja dan belum dewasa, dia bertindak sangat tidak dewasa. Jelas, ada kesusahan yang disebabkan oleh awak kabin dan penumpang dan dia malu dengan perilakunya sendiri," kata pengacara.

Harris dipenjara selama 12 minggu dan diperintahkan membayar kompensasi kepada Kazimierczak sebesar £250 atau Rp5 juta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini