Survei: Pendapatan Usaha Pariwisata di Jakarta Anjlok 75% Gegara Corona

Bima Setiyadi, Jurnalis · Rabu 09 Juni 2021 15:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 406 2422530 survei-pendapatan-usaha-pariwisata-di-jakarta-anjlok-75-gegara-corona-EqBmA7ddEM.jpg Museum Monas di Jakarta disemprot disinfektan (Okezone.com/Arif)

DINAS Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta melakukan survei bagi para pelaku usaha pariwisata selama pandemi. Hasilnya, pelaku usaha mengalami kerugian sebanyak 73 persen dan mengalami penurunan pendapatan lebih dari 75 persen.

Mewabahnya COVID-19 di Indonesia mengakibatkan banyak pelaku usaha pariwisata menutup usahanya. Banyak karyawan di-PHK atau dirumahkan. Pemerintah bekerja sama memberlakukan kebijakan mengatasi penyebaran virus di Indonesia dan pemulihan pasca COVID-19.⁣

⁣Baca juga: 6 Tempat Makan Romantis di Jakarta, Bikin Cinta Makin Membara

Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi DKI Jakarta melaksanakan Focus Group Discussion terkait penyusunan quick wins strategi pemulihan pariwisata pasca COVID-19, untuk menghimpun masukan dari seluruh organisasi perangkat daerah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan stakeholders yang terkait mengenai dukungan yang dibutuhkan dari Pemprov sebagai upaya pemulihan pariwisata di Jakarta.⁣

 

Berdasarkan survei yang dilakukan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, dari 1.835 responden dengan 1.429 di antarnya responden pekerja dan 406 lainnya responden pelaku usaha, ditemukan hasil bahwa mayoritas pelaku usaha mengakui kondisi pandemi mempengaruhi usaha pariwisata yang dirasakan.

"Mengalami kerugian yang cukup drastis sebanyak 73 persen dengan mayoritas perubahan penghasilan selama pandemi mengalami penurunan yang sangat banyak (lebih dari 75 persen berkurang dari pendapatan sebelumnya),"seperti dikutip dalam akun Instagram @disparekrafdki, Rabu (9/6/2021)

 Baca juga: Pendakian Gunung Merbabu Dibuka Mulai 14 Juni, Buruan Open BO!

Pemerintah perlu menghimpun masukan dari stakeholder pariwisata terdiri dari asosiasi pariwisata dan lain-lain. Semua masukan tersebut akan digunakan untuk memetakan kesiapan dan rencana pelaku usaha sektor pariwisata untuk pulih dari pandemi serta mengeksplorasi masukan mengenai dukungan yang dibutuhkan.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini