Fakta Menarik Roma, Negerinya Para Petarung

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Kamis 10 Juni 2021 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 09 408 2422687 fakta-menarik-roma-negerinya-para-petarung-G3k932YrLe.jpg Roma (Foto: Global Komunika)

3. Rumah dari banyaknya stadium

 

Ada lebih dari 200 amfiteater di Kekaisaran Romawi Kuno, tetapi yang terbesar adalah Colosseum yang dibangun di Roma pada tahun 80 M. Bangsa Romawi sangat terobsesi dengan hiburan dan olahraga. Dan yang paling populer adalah balap kereta atau Circus Maximus.

Trek balap ini jauh lebih besar dari Colosseum dan terbuka untuk populasi yang lebih luas, termasuk wanita. Pada abad ke-2 M, diperkirakan Circus Maximus dapat menampung 250.000 orang pada hari perlombaan. Itu adalah seperempat dari populasi Roma di satu tempat pada satu waktu.

Karena kesukaannya terhadap perlombaan dan jiwa kompetisinya yang tinggi, maka tak heran apabila Roma menjadi tempat berlangsungnya Laga Italia Vs Turki di Euro 2020 yang akan dilangsungkan pada 11 Juni mendatang.

4. Banyak Jalan menuju Roma

 

Tak hanya sebatas peribahasa, namun ada sejarah di balik kata-kata ini. Rupanya orang Romawi pada jaman dahulu dapat menemukan kembali jalan pulang dengan benar-benar membangunnya secara harfiah. Jalan-jalan ini telah digunakan oleh peradaban lain sejak Zaman Perunggu.

Selama Kekaisaran Romawi, sebanyak 80.000 km jalan terpancar keluar dari ibu kota, dan menghubungkan banyak bagian dunia, mulai dari Inggris hingga Turki. Jalan Romawi sedalam 10 kaki ini dilapisi dengan batu, pasir, kerikil dan di atasnya dengan batu vulkanik. Mereka sangat kuat dan mampu bertahan lama. Banyak jalan raya modern di seluruh Eropa hingga dunia saat ini dibangun di atas jalan Romawi.

5. Bangunan terunik di dunia

 

Pantheon di Roma adalah bangunan Romawi paling unik yang bertahan, dan merupakan satu-satunya dari jenisnya di dunia. Bangunan Ini terkenal dengan kubah betonnya yang besar dan tidak ditopang dengan lubang besar di tengahnya. Pantheon adalah nama panggilan untuk bangunan tersebut, (pan=all, Theos=God). Meski tidak diketahui nama aslinya, banyak orang mengatakan itu adalah kuil untuk semua dewa yang mengacu pada patung dewa yang ditampilkan di dalamnya.

Pada awal abad ke-7 bangunan ini disumbangkan kepada Paus Bonifasius IV, yang mengubahnya menjadi sebuah gereja, di mana fungsinya saat ini berada dalam kondisi bangunan yang dilestarikan.

(edh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini