Pria Ini Mengamuk di Restoran Cepat Saji, Alasannya Mengejutkan

Fatha Annisa, Jurnalis · Jum'at 11 Juni 2021 00:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 406 2423122 pria-ini-mengamuk-di-restoran-cepat-saji-alasannya-mengejutkan-SxCD3hkmkY.jpg Pria Mengamuk di Restoran (Foto: Foxnews)

VIRGINIA - Seorang pria di Virginia diduga mengancam akan mengeksekusi semua orang di McDonald's karena dia tidak bisa mendapatkan paket Happy Meal.

Tersangka juga diyakini telah mengancam beberapa orang lain di daerah tersebut sebelum pihak berwenang dapat menahannya.

Menurut sebuah postingan Facebook milik Stafford County Sheriff, insiden itu terjadi di McDonald’s Stafford minggu lalu. Polisi menyatakan tersangka telah diidentifikasi sebagai James Springer, 36 tahun dari Stafford.

Baca Juga:

Fakta Menarik Roma, Negerinya Para Petarung

Menelusuri Surga Alam Wana Wisata Penggaron Semarang

Springer bekerja sebagai pengemudi DoorDash pada saat itu dan tiba di McDonald sebelum jam 10 pagi. Menurut laporan, dia gelisah ketika diberitahu bahwa masih terlalu pagi untuk mendapatkan Happy Meal.

Saksi dilaporkan menyatakan bahwa sebelum meninggalkan restoran, Springer mengatakan dia akan kembali dan mengeksekusi semua orang. Pekerja McDonald menghubungi polisi pada saat itu juga.

“Para deputi sedang bekerja untuk mengidentifikasi tersangka ketika panggilan dikirim di Stafford Marketplace. Korban melaporkan pengemudi Toyota Yaris putih menodongkan pistol ke arahnya dan penumpangnya saat melewati area gabungan di Garrisonville Road dan I-95,” tulis postingan Facebook tersebut.

Postingan itu lalu menjelaskan bahwa ketika petugas sedang mencari tersangka, laporan lain datang tentang ancaman tanpa alasan yang melibatkan senjata.

"Ketika pencarian tersangka berlanjut, Aquia McDonalds menelepon untuk melaporkan pengemudi DoorDash yang marah telah kembali," jelasnya seperti dilansir Fox News. "Deputi S.M. Eastman tiba dan menahan tersangka tanpa insiden. Diketahui tersangka telah menggunakan bahasa kasar dan mengancam pelanggan selama kunjungan,”

Springer kemudian didakwa karena perilaku tidak tertib aturan, bahasa kasar dan empat tuduhan mengacungkan senjata api.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini