Melbourne Akhiri Lockdown dengan Aturan Tetap Berlangsung

Fatha Annisa, Jurnalis · Jum'at 11 Juni 2021 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 10 406 2423204 melbourne-akhiri-lockdown-dengan-aturan-tetap-berlangsung-RITijT7Qyt.jpg Melbourne (foto: Zawya)

MELBOURNE - Masa Lockdown kota terbesar kedua di Australia, Melbourne, akan segera berakhir seperti yang direncanakan pada Kamis malam. Beberapa pembatasan perjalanan dan pertemuan kemungkinan akan tetap ada selama satu minggu lagi.

Setelah dua minggu dalam penguncian ketat yang memaksa orang untuk tetap di rumah kecuali untuk urusan penting, lima juta penduduk Melbourne akan mendapatkan lebih banyak kebebasan untuk keluar mulai pukul 11:59 malam waktu setempat pada hari Kamis.

Namun, orang-orang harus tinggal dalam jarak 25 km dari rumah mereka, kata para pihak berwenang, dalam upaya untuk menghentikan penularan selama akhir pekan mendatang. Larangan total pertemuan di rumah dan penggunaan masker di dalam ruangan juga akan akan diberlakukan.

Baca Juga:

Klaster Baru Covid-19 Muncul, Melbourne Kembali Lockdown Ketat

Menengok Kerajaan Penguin Terkecil di Dunia, Gemas Deh!

"Ini hari yang baik," kata Pejabat Perdana Menteri negara bagian Victoria James Merlino kepada wartawan di Melbourne, Rabu.

"Tetapi kami tahu ini belum berakhir. Sampai kami memiliki vaksinasi yang tersebar luas di seluruh Victoria dan negara itu, virus itu akan tetap bersama kami,” tambahnya, melansir dari Reuters.

Merlino mengatakan pelonggaran pembatasan lebih lanjut untuk Melbourne dapat terjadi dalam waktu seminggu jika terjadi lonjakan kasus.

Australia telah secara efektif mengendalikan angka kasus COVID-19. Tercatat ada lebih dari 30.200 kasus dan 910 kematian, karena sistem pelacakan cepat, penguncian cepat, dan aturan jarak sosial yang ketat.

Dilaporkan pihak berwenang pada Rabu, seorang wanita berusia 44 tahun dinyatakan positif di negara bagian Queensland setelah mengemudi dari Victoria, melalui New South Wales, awal bulan ini.

Pihak berwenang mengatakan tidak ada bukti langsung penularan komunitas dan tidak ada pembatasan baru pada penduduk yang dikeluarkan.

Ibu kota negara bagian Queensland, Brisbane, terakhir kali menghadapi lockdown pada akhir Maret untuk menekan angka penularan COVID-19.

Victoria telah mengalami empat penguncian sejak pandemi dimulai, terlama lebih dari 100 hari pada akhir tahun lalu. Negara bagian itu telah mengalami lebih dari 800 kematian, 90% dari jumlah korban nasional.

 

Pada hari Rabu, Victoria melaporkan hanya satu kasus COVID-19 yang didapat secara lokal, kenaikan terendah dalam lebih dari dua minggu, dibandingkan dua hari sebelumnya.

Kasus harian di Victoria tetap dalam satu digit pada sebagian besar hari penguncian dan semua kasus terkait dengan varian virus Delta yang sangat menular yang ditemukan pekan lalu. Hal itu lantas menimbulkan kekhawatiran akan kemungkinan terjadinya lonjakan infeksi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini