Berhasil Tekan COVID-19, Singapura-Australia Bersiap Sambut Travel Bubble

Antara, Jurnalis · Jum'at 11 Juni 2021 14:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 11 406 2423520 berhasil-tekan-covid-19-singapura-australia-bersiap-sambut-travel-bubble-YMioBnDsLu.jpg Sydney, Australia (Foto courtesy of Regent Seven Seas Cruises)

AUSTRALIA dan Singapura akan berupaya untuk memberlakukan gelembung perjalanan atau travel bubble antara kedua negara, setelah lebih dari satu tahun perjalanan terhambat akibat pandemi COVID-19.

“Kami membahas bagaimana perjalanan dua arah antara Singapura dan Australia pada akhirnya dapat dilanjutkan, dengan cara yang aman dan terkalibrasi, ketika kedua belah pihak sudah siap,” kata Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dalam konferensi pers bersama saat mengunjungi mitra PM Australia Scott Morrison, Kamis 10 Juni 2021.

Baca juga:  Travel Bubble Kepri-Singapura Ditunda Lagi hingga Agustus 2021

Singapura mengatakan pada Maret bahwa kedua negara tengah mendiskusikan rencana untuk perjalanan bebas karantina.

Baik Singapura maupun Australia telah menghindari penyebaran virus corona parah yang diderita oleh banyak negara, dengan total kasus masing-masing hanya sedikit di atas 62.000 dan 30.000.

 

Lee mengatakan bahwa infrastruktur dan proses untuk melanjutkan perjalanan perlu disiapkan, dimulai dengan saling pengakuan atas sertifikat kesehatan dan vaksinasi.

 Baca juga: Dinosaurus Terbesar Ditemukan di Australia, Badannya Sepanjang Lapangan Basket

“Saat semua persiapan sudah siap, maka kita bisa mulai dari yang kecil dengan gelembung perjalanan udara untuk membangun kepercayaan di kedua belah pihak,” ujarnya.

Morrison merupakan pemimpin asing pertama yang melakukan kunjungan resmi ke negara-kota itu sejak awal pandemi COVID-19 tahun lalu.

Dia singgah di Singapura dalam perjalanannya ke Inggris untuk menghadiri KTT Pemimpin G7.

Diskusi para pemimpin itu juga mencakup potensi jembatan teknologi keuangan atau fintech dan eksplorasi kesepakatan ekonomi hijau.

 Ilustrasi

Morrison mengatakan dia menyambut kerja sama kedua negara untuk menerapkan sistem gelembung perjalanan di antara kedua negara.

Namun, dia mengatakan: "waktu masih cukup panjang sebelum kita dapat mencapai titik itu."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini