Pasangan Millionaire Ini Tewas di Pulau Kematian di Thailand!

Indah Salsabillah, Jurnalis · Selasa 15 Juni 2021 20:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 15 406 2425358 pasangan-millionaire-ini-tewas-di-pulau-kematian-di-thailand-9hZOEH719R.jpg Pulau di Thailand (Foto: Newscom)

THAILAND - Pulau indah di Thailand ini telah lama terkenal di kalangan wisatawan karena pantainya yang masih asli.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir ini kematian yang tidak dapat dijelaskan dan hilangnya banyak turis telah membuatnya mendapatkan reputasi sebagai jebakan laut.

Seorang taipan hotel dan istrinya telah ditemukan tewas di sebuah resor mewah di Koh Tao, atau dikenal sebagai Pulau Kematian.

Mayat mereka ditemukan mengambang di kolam renang resor pada Jum'at lalu, hanya beberapa jam setelah mereka check in.

Baca Juga:

Penduduk Desa Bangun Patung Penis Raksasa untuk Akhiri Kekeringan

Demi Pikat Wisatawan Asing, Thailand Tawarkan Hotel Seharga Rp14 Ribu

 

Polisi di pulau itu mengatakan kamera CCTV di Resor dan Spa mewah itu tidak berfungsi pada hari pasangan itu tewas. Hal ini memicu misteri seputar apa yang terjadi pada pasangan kaya itu.

Pasangan itu adalah warga negara Thailand - India Rakeshwar Sachathamaul berusia 59 tahun, dan istrinya Anshoo berusia 55 tahun.

Mereka adalah pemilik bersama dan CEO hotel Novotel Phuket Kamala Beach dan memiliki apartemen Bangkapi Mansion di Bangkok. Pasangan itu tiba di pulau itu untuk liburan pada hari Jum'at bersama dengan putra mereka Ratish berusia 34 tahun, lapor Bangkok Post.

Beberapa saat kemuduan, Ratish kembali ke resor untuk menemukan mayat orang tuanya mengambang di air. Dia meminta bantuan kepada staf tetapi kedua orang tuanya sudah meninggal ketika tubuh mereka diangkat ke permukaan.

Dia mengatakan otopsi untuk menentukan penyebab kematian membutuhkan waktu sekitar dua minggu. Sementara itu, para penyelidik mengumpulkan momen - momen terakhir pasangan itu sebelum meninggal.

Mayor Polisi Koh Tao Jiraphob Puridech mengatakan pasangan itu telah duduk di bar kolam renang sebelum melompat ke kolam renang.

"CCTV di daerah itu tidak berfungsi selama beberapa bulan karena kurangnya pemeliharaan tetapi petugas sekarang mengumpulkan bukti dari kamera yang dipasang dibagian lain hotel," katanya.

"Kolam itu juga seharusnya kosong, karena ditutup karena pembatasan Covid - 19."

Puridech mengatakan tidak ada tanda - tanda perkelahian di tempat kejadian dan pemeriksaan awal terhadap mayat - mayat itu tidak menunjukkan permainan curang.

Penyelidik akan mempertimbangkan apakah kedalam kolam yang kolam sekitar 3 meter yang menyebabkan kematian pasangan itu.

Mereka juga akan melihat kondisi kesehatan apa pun yang mungkin menjadi faktor. Ratish telah memberi tahu polisi bahwa ayahnya menderita diabetes, hipertensi, dan apnea tidur obstruktif.

"Semua saksi juga akan diperiksa. Ini untuk mencegah masyarakat berspekulasi dan menjadi takut pada daerah itu karena insiden kematian."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini