Fakta Kotornya Stasiun MRT New York, dari Kotoran Manusia hingga Darah

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Rabu 16 Juni 2021 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 15 406 2425697 fakta-kotornya-stasiun-mrt-new-york-dari-kotoran-manusia-hingga-darah-TrzzQhR8jp.jpg MRT New York (Foto: Pest Control Daily)

NEW YORK - Sistem kereta bawah tanah di New York mengalami lonjakan angka kotornya gerbong kereta, hal tersebut terungkap lewat laporan internal dari Metropolitan Transit Authority.

The New York Post melaporkan bahwa Mei 2021 terdapat 132 insiden kereta yang kotor yang mana naik dari 118 pada Mei 2020, ketika tingkat Covid yang tinggi di New York City mengakibatkan turunnya penumpang.

Laporan ini meliputi 27 laporan kereta api yang tertutup kotoran, 26 kereta api dengan muntahan di dalamnya, 21 kereta yang basah kuyup dan enam mobil berlumuran darah, menurut catatan MTA.

Baca Juga:

 Pria Ini Terobos Pembatas Bandara lalu Masuk ke Kokpit Pesawat

Jelang Kuliah Tatap Muka, Kampus Negeri di New York Canangkan Wajib Vaksin

Sebelumnya ada lebih sedikit orang di Subway pada tahun 2020, tetapi ketika warga New York dan turis Kembali bepergian, kereta kemungkinan akan mengalami lonjakan penumpang saat orang menyesuaikan diri dengan perjalanan sehari-hari.

Bulan lalu, ruang kereta yang kotor mengakibatkan penundaan lebih dari 25 jam, menurut dokumen internal.

Selain kotoran manusia, interior kereta yang hancur dan jumlah "pembersihan Covid-19" untuk kereta yang ditarik, setidaknya terdapat 19 dari 132 laporan juga menyebutkan tentang banyaknya penumpang tunawisma.

Ada kasus dimana satu kereta terdapat jarum yang tersebar di lantai, sementara yang lain diserang kutu busuk.

Pekerja mencatat total ada 1.090 yang kotor pada tahun 2021 hingga 14 Juni, kata MTA.

Jumlah tunawisma di New York mengalami peningkatan tajam selama pandemi. Orang-orang yang tidak memiliki tempat berlindung tersebut kemudian bermukim di kereta bawah tanah, yang menyediakan tempat berlindung bagi banyak orang.

 

Menurut Andrei Berman, juru bicara MTA, perilaku "sulit diatur" tunawisma ini juga meresahkan, dan sesuatu yang sulit untuk diatasi.

“Kejadian seperti ini sangat disayangkan. Mereka tidak sehat bagi pelanggan kami dan sangat tidak adil serta mengganggu petugas kebersihan transit,” katanya.

“Mereka juga mengingatkan perlunya lebih banyak penjangkauan kesehatan mental dan dukungan layanan sosial di kota dan di seluruh sistem.”

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini