Wisatawan Ini Tertangkap di Bandara dengan 50 Peluru Dalam Tas

Mila Widya Ningrum, Jurnalis · Rabu 16 Juni 2021 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 15 406 2425718 wisatawan-ini-tertangkap-di-bandara-dengan-50-peluru-dalam-tas-OXIq2qQ76X.jpg Ilustrasi Peluru (Foto: Foxnews)

LOS ANGELES - TSA berpikir untuk melacak peluru yang mungkin dibawa para wisawatan adalah ide yang baik, sampai pada akhirnya Badan Pemerintah memposting ke media sosial bahwa seorang wisatawan di salah satu bandara New York City baru-baru ini ditangkap dengan kotak yang penuh peluru berada di dalam tas jinjingnya.

Ternyata, saat ditanya soal barang tersebut, traveller memberikan alasan yang menurut TSA tidak masuk akal.

Melansir laporan Fox News, Selasa (15/6/2021), Seorang juru bicara TSA memposting ke Twitter, bahwa pihak berwenang menemukan 50 peluru di tas jinjing seorang pria di Bandara LaGuardia, New York. Menurut postingan tersebut, pria tersebut mengklaim bahwa dia tidak menyadari bahwa dia memiliki peluru di tasnya.

 

Baca Juga:

Warga Bekasi Resah Temukan Peluru Nyasar di Rumahnya

Polisi Periksa 13 Saksi Terkait Penembakan Pengusaha di Kelapa Gading

Lisa Farbstein, juru bicara TSA Northeast, menulis, "TSA di Bandara LaGuardia menghentikan seorang pria dengan kotak berisi 50 peluru di tas jinjingnya pagi ini. Dia mengklaim bahwa dia "tidak sadar" bahwa dia memiliki peluru di tasnya. Bagaimana bisa seseorang tidak sadar di mana Anda meletakkan kotak peluru Anda?."

Bersamaan dengan postingan tersebut, Farbstein juga menyertakan foto wadah pelurunya.

Menurut sebuah laporan baru-baru ini, segalanya mulai menjadi lebih sibuk bagi TSA.

 

Seperti yang dilaporkan Fox News sebelumnya, bandara menyaring 1.984.658 orang di pos pemeriksaan awal bulan ini, tertinggi sejak awal pandemi, menurut data terbaru dari Administrasi Keamanan Transportasi, juru bicara TSA Lisa Farbstein mentweet pada 6 Juni.

Jumlah itu meningkat 350% dari tahun lalu ketika 441.255 penumpang diperiksa melalui bandara pada tanggal yang sama di bulan Juni.

(edh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini