Italia Rela Habiskan Rp1,2 Triliun Rombak Pulau Bekas Penjara Jadi Objek Wisata

Fatha Annisa, Jurnalis · Rabu 16 Juni 2021 21:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 16 406 2425970 italia-rela-habiskan-rp1-2-triliun-rombak-pulau-bekas-penjara-jadi-objek-wisata-cLofXsmjWK.jpg Pulau di Italia (Foto: UK.Yahoo)

ITALIA - 56 tahun lalu sebuah pulau vulkanik terbengkalai di Laut Tyrrhenian diubah menjadi penjara di mana penjahat, pembangkang politik, bandit, dan anarkis dibuang. Saat ini hanya segelintir nelayan, penyelam, atau petualang yang melakukan perjalanan ke pulau yang ditumbuhi rumput di sekitarnya dan Italia berencana untuk mengubahnya.

Dalam upaya baru untuk memicu pariwisata ke wilayah Ventotene, pihak berwenang mengatakan mereka akan merenovasi dan menghidupkan kembali pulau vulkanik tersebut dengan mengubahnya menjadi museum terbuka.

Hanya beberapa tur berpemandu yang menyambut pengunjung ke penjara dan reruntuhan di sana, tetapi pejabat Italia ingin mengubahnya menjadi objek wisata yang lebih besar.

Negara itu berencana untuk menghabiskan $86 juta atau sekitar Rp1,2 triliun untuk "membenahi" kawasan menjadi museum terbuka. Selain menampilkan masa lalu penjara, museum itu akan dirancang sebagai pusat akademik dan menjadi tuan rumah lokakarya seni dan seminar di Uni Eropa.

Baca juga:

Sambut Euro 2020, Kantor Pos Italia Kibarkan Bendera Raksasa

 Fakta Menarik Roma, Negerinya Para Petarung

Rencananya masih dalam tahap awal. Saat ini, para pihak berwenang sedang mengamankan pulau itu, dan akhir bulan ini diperkirakan akan meluncurkan proposal tentang cara merenovasi penjara.

Pada tahun 2025, Italia berharap pulau itu sudah terbuka untuk pengunjung.

Laporan CNN menunjukkan bahwa beberapa bangunan dan area akan dipulihkan dengan fungsi aslinya, sementara yang lain akan melayani penggunaan baru.

"Sudah ditutup selama beberapa dekade, rusak total. Tidak ada cahaya, tidak ada air yang mengalir. Aksesnya rumit," Silvia Costa, komisaris pemerintah yang bertanggung jawab atas penataan ulang, mengatakan kepada CNN tentang gedung penjara lama.

"Renovasi berfokus pada menceritakan rasa sakit yang diderita di penjara ini, melestarikan tempat memori simbolis ini, tetapi tetap melihat ke masa depan,” sambungnya, melansir Insider.

Lembaga pemasyarakatan Santo Stefano selesai dibangun dan dibuka pada tahun 1795, menurut Atlas Obscura. Penjara 99 sel tersebut dijalankan di bawah kepemimpinan yang ketat dan terpusat, sementara hukuman yang didapat penghuninya keras dengan pasokan makanan yang sedikit.

Selama masa hidup, penjara telah menampung seperti penulis dan politisi Luigi Settembrini, perampok Carmine Crocco, anarkis Gaetano Bresci, dan bandit Sante Pollastri, menurut blog Italian Ways. Menurut Atlas Obscura, selama pemerintahan fasis Italia 1922-1943, penjara sebagian besar digunakan untuk pembangkang politik seperti Sandro Pertini, yang kemudian akan menjadi presiden Italia.

Pada 1950-an, penjara mengambil giliran positif. Eugenio Perucatti, direktur penjara, meningkatkan ruang dan kehidupan narapidana dengan menambahkan fasilitas seperti lapangan sepak bola, taman, dan bioskop. Dia juga menyuruh orang-orang yang dipenjara menjalankan toko pengrajin, di mana mereka bisa menjual dan membeli barang, lapor CNN.

Penjara tersebut ditutup pada 1965

 

Sekarang pengunjung dapat masuk ke beberapa sel terbuka, di mana cat terkelupas dari dinding dan pintu menggantung dari engselnya. Tetapi renovasi senilai $86 juta itu diharapkan dapat menghidupkan kembali sebagian besar pulau.

Costa mengatakan bahwa tujuannya adalah untuk memulihkan dan melestarikan bangunan dan bagian pulau "dengan pendekatan ramah lingkungan yang mempertimbangkan keunikan habitat alami pulau itu."

Di luar museum, Costa menjelaskan bahwa pejabat lokal ingin menciptakan ruang yang merupakan pusat bagi akademisi dunia yang bersatu dalam isu-isu utama seperti kebijakan hijau, hak asasi manusia, kebebasan berbicara, kewarganegaraan Eropa, dan dialog Mediterania.

Untuk mencapai itu, CNN melaporkan bahwa pihak berwenang sedang mempertimbangkan untuk mengubah area sel utama menjadi ruang acara. Bangunan penjara adalah panopticon, struktur melingkar yang memungkinkan penjaga untuk mengawasi 99 sel sekaligus. Saat ini, bentuknya mungkin bisa berfungsi sebagai amfiteater untuk acara.

Pulau ini juga merupakan rumah bagi lapangan sepak bola dan ruang ganti yang berdekatan. Rencananya ruang tersebut dan rumah mantan direktur penjara akan diubah menjadi sebuah asrama dengan 30 kamar murah.

Selain itu, pulau tersebut juga pernah menjadi toko roti di mana penghuninya membuat roti. CNN melaporkan bahwa area penjara itu akan menjadi restoran dan kafe bagi pengunjung dan akan mencakup taman teras yang indah.

Bekas taman dan kebun juga akan dihidupkan kembali dengan pohon, tanaman, dan bunga. Sedangkan gereja diharapkan akan direnovasi dan menjadi bagian dari museum.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini