Masjid Indah dan Unik di Surabaya untuk Wisata Religi

Mila Widya Ningrum, Jurnalis · Jum'at 18 Juni 2021 11:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 18 408 2427141 masjid-indah-dan-unik-di-surabaya-untuk-wisata-religi-7smurC7kxo.jpg Masjid Al Akbar, Surabaya (Wikipedia)

KOTA Surabaya punya banyak masjid dengan arsitektur indah dan unik, bahkan bersejarah yang bisa Anda kunjungi untuk berwisata religi atau sekedar mampir untuk melaksanakan ibadah.

Dirangkum dari situs resmi SIMAS, berikut 3 masjid indah dan unik di Surabaya :

Masjid Muhammad Cheng Ho

Masjid yang terletak di 1.000 meter utara Gedung Balaikota Surabaya atau tepatnya di Jalan Gading, Kelurahan Ketabang, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, merupakan masjid unik dengan nuansa Muslim Tionghoa.

Baca juga: 5 Spot Wisata Instagramable di Surabaya, yang Mana Favoritmu?

Masjid Cheng Ho, atau juga dikenal dengan nama Masjid Muhammad Cheng Ho Surabaya, adalah bangunan masjid yang menyerupai kelenteng (rumah ibadah umat Tri Dharma). Di dominasi warna merah, hijau, dan kuning, dengan ornament yang kental dengan nuansa Tiongkok lama.

Ilustrasi

Masjid Cheng Ho Surabaya (Wego)

Pintu masuknya menyerupai bentuk pagoda, terdapat juga relief naga dan patung singa dari lilin dengan lafaz Allah dalam huruf Arab di puncak pagoda. Di sisi kiri bangunan terdapat sebuah beduk sebagai pelengkap bangunan masjid.

Perpaduan Gaya Tiongkok dan Arab memang menjadi ciri khas masjid ini. Arsitektur Masjid Cheng Ho diilhami Masjid Niu Jie (Ox Street) di Beijing yang dibangun pada tahun 996 Masehi. Gaya Niu Jie tampak pada bagian puncak, atau atap utama, dan mahkota masjid. Selebihnya, hasil perpaduan arsitektur Timur Tengah dan budaya lokal Jawa.

Masjid Al-Akbar

Masjid ini dibangun sejak tanggal 4 Agustus 1995, namun karena krisis moneter pembangunannya dihentikan sementara waktu. Dan mulai dibangun lagi pada tahun 1999, selesai ditahun 2001. Masjid ini diresmikan oleh Presiden RI KH. Abdurrahman Wahid pada 10 November 2000.

Baca juga: 9 Fakta Menarik Masjid Al Aqsa, Saksi Bisu Konflik Israel-Palestina

Keberadaan masjid ini sangat khas sebagai gerbang kota Surabaya dari arah Bandara Internasional Juanda. Dengan bentuk atap MAS terdiri dari 1 kubah besar yang didukung 4 kubah kecil berbentuk limasan serta 1 menara. Keunikan bentuk kubah MAS ini terletak pada bentuk kubah yang hampir menyerupai setengah telur dengan 1,5 layer yang memiliki tinggi sekitar 27 meter.

Masjid yang berlokasi di Jalan Masjid Al-Akbar Timur No. 1, Pagesangan Jambangan, Kota Surabaya, Jawa Timur ini memiliki ciri lain yaitu pintu masuk ke dalam ruangan masjid tinggi dan besar dan mihrabnya adalah mihrab masjid terbesar di Indonesia.

Elemen arsitektur MAS juga didesain sedemikian rupa, untuk mencapai keindahan, kemewahan serta keanggunan.

Antara lain elemen hiasan kaca patri (steined glass). Hiasan kaca patri yang digunakan masjid ini dibuat dengan sistem triple glazed unit. Yaitu pelapisan panel kaca patri atau panel bevel dengan kaca tempered yang menggunakan bahan dan mesin-mesin buatan Amerika. Triple glazed unit ini selain menghemat biaya, juga sangat baik untuk keperluan peredam suara bising.

Masjid Sunan Ampel

Masjid Sunan Ampel didirikan tahun 1421 di Desa Ampel yang sekarang menjadi Kelurahan Ampel, Kecamatan Semampir Surabaya atau sekitar 2 km ke arah Timur Jembatan Merah.

Pusat kawasan Ampel adalah Masjid Ampel yang terletak di Jalan Ampel Suci 45 atau Jl. Ampel Masjid 53 dan didirikan pada abad ke-15. Kawasan Ampel merupakan salah satu daerah kunjungan wisata religi di Surabaya. Apabila Anda ingin berbelanja barang atau makanan khas Timur Tengah maka datanglah ke Masjid Ampel.

Ilustrasi

Masjid Sunan Ampel dibangun dengan gaya arsitektur Jawa kuno dan nuansa Arab Islami. Masjid ini masih dipengaruhi dengan alkuturisasi dari budaya lokal dan Hindu-Budha lewat arsitektur bangunannya. Di masjid inilah saat itu sebagai tempat berkumpulnya para ulama dan wali dari berbagai daerah di Jawa untuk membicarakan ajaran Islam sekaligus membahas metode penyebarannya di Pulau Jawa.

Masjid Ampel berbahan kayu jati yang didatangkan dari beberapa wilayah di Jawa Timur dan diyakini memiiki 'karomah'. Seperti disebut dalam cerita masyarakat, saat pasukan asing menyerang Surabaya dengan senjata berat dari berbagai arah dan menghancurkan kota Surabaya namun tidak menimbulkan kerusakan sedikitpun pada Masjid Ampel bahkan seolah tidak terusik.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini