Horor Banget, Museum Ini Pemerkan Hasil Mutilasi dan Koleksi Kepala Manusia yang Dipenggal

Fatha Annisa, Jurnalis · Sabtu 19 Juni 2021 00:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 18 408 2427426 horor-banget-museum-ini-pemerkan-hasil-mutilasi-dan-koleksi-kepala-manusia-yang-dipenggal-oxLlHmofo5.jpg Museum Of Death di Los Angeles (Instagram @vagaberde)

UMUMNYA museum berisi koleksi barang-barang bersejarah atau karya seni bernilai tinggi. Tapi, museum satu ini berbeda dari kebanyakan, karena justru memamerkan barang dan ‘hasil’ kejahatan para pembunuh berantai. Namanya Museum Of Death atau Museum Kematian.

Museum Of Death berada di Los Angeles, Kota terpadat kedua di Amerika Serikat ini memang dipenuhi dengan beragam hal yang membuat pengunjung betah berlama-lama menetap. Namun ada satu tempat yang akan membuat bulu kuduk Anda berdiri yaitu Museum Kematian.

Baca juga: Museum Geologi, Wisata Sejarah Instagramable di Bandung

Museum of Death didirikan pertama kali di San Diego pada Juni 1995 dengan tujuan membuat orang merasa bahagia untuk hidup. Pada 2000, James Healy dan Cathee Shultz selaku pemilik memindahkannya ke 6031 Hollywood Boulevard, Hollywood, Los Angeles, California.

Mengutip Wikipedia, 14 tahun setelah pemindahan atau tahun 2014, James dan Cathee membuka cabang baru museum di New Orleans yang disebut Musée de Mort Orleans. Ruang yang ditempati memiliki luas sekitar 12.000 meter persegi. Lebih banyak koleksi akan ditampilkan di sana dan museum ini menjadi museum kematian paling populer.

Bersumber dari Atlas Obscura, ‘karya’ yang dipamerkan antara lain foto-foto tempat kejadian perkara pembunuh ternama Charles Manson, foto-foto asli dari kasus pembunuhan dan mutilasi yang tidak terpecahkan Black Dahlia, serta peninggalan-peninggalan lain dari sejumlah tragedi kekerasan, fatal, dan mengerikan.

Baca juga: Kisah Pria Bantu Penumpang Bergejala Covid-19 di Pesawat, Rela Beri Napas Buatan

Seakan foto-foto saja tidak cukup, Museum of Death juga memamerkan kepala Henri Landru yang dipenggal beserta alat pemenggalnya, tas dan koleksi peti mati, replika perangkat eksekusi, instrumen otopsi, pemeran taksidermi, Heaven’s Gate sebuah kelompok agama UFO Amerika yang melakukan bunuh diri massal dan meninggalkan pesan terakhir di website resminya, dan masih banyak lagi.

Museum ini membebaskan pengunjung melakukan tur mandiri yang berlangsung sekitar satu jam. Tetapi, tentu saja, jika satu jam tidak cukup, pengunjung dipersilakan untuk tinggal selama yang Anda suka.

“Saya pikir itu mengejutkan orang, tapi ini kejutan yang bagus. Melihat semua artefak kematian di satu tempat mengingatkan orang betapa berharganya hidup ini,” kata Healy, dilansir dilansir Atlas Obscura.

Ilustrasi

Sayangnya, untuk saat ini Museum of Death hanya buka di New Orleans pada pukul 10 pagi sampai 6 sore waktu setempat. Biaya masuk yang perlu dibayarkan $ 15 atau sekitar Rp216.560. Sementara cabang pertama di Hollywood berstatus tutup sementara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini