Nikmatnya Sate Rembiga, Kuliner Khas Lombok yang Pedas dan Manis

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Sabtu 19 Juni 2021 20:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 19 301 2427792 nikmatnya-sate-rembiga-kuliner-khas-lombok-yang-pedas-dan-manis-NjtkAHyk55.jpg Sate rambiga khas Lombok (MNC Portal/Pernita)

LOMBOK tak hanya terkenal dengan pemandangan gunung dan pantainya yang indah. Pulau di Nusa Tenggara Barat ini juga memiliki banyak makanan khas yang mampu memanjakan lidah khususnya bagi pecinta kuliner pedas.

Makanan khas Lombok memang dikenal dengan rasa yang pedas dan manis seperti halnya Sate Rembiga. Sate yang biasanya dibuat dari daging sapi atau ayam ini memasukan beberapa bumbu di dalamnya seperti cabai keriting merah, cabai rawit, bawang putih, bawang merah, asam jawa, ketumbar, terasi, kecap manis, gula merah.

 Baca juga: Cantiknya Savana Dandaun di Lereng Rinjani, Mirip dalam Film Twilight Lho

Dengan bumbu-bumbu tersebut cita rasa Sate Rembiga memang berbeda dari sate kebanyakan. MNC Portal Indonesia berkesempatan untuk mencoba makanan tersebut di Sate Rembiga Ibu Sinnaseh, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

 

Dari penampilannya, sate ini memang sudah terlihat berbeda dari sate pada umumnya. Warnanya terlihat lebih oranye kemerahan. Bumbunya juga terlihat sangat meresap ke dalam dagingnya.

Terbukti saat dicoba rasa pedas, manis dan sedikit asam pun langsung terasa dimulut. Saat dicoba daging sapinya pun terasa empuk.

 Baca juga: Wisata Kuliner di Bekasi, 5 Makanan Khas Ini Patut Dicoba

Makanan ini bisa dinikmati dengan nasi atau lontong. Tak hanya sampai disitu, makanan ini juga semakin nikmat dimakan dengan Sop Iga atau Bebalung yang bisa menetralisir rasa pedas.

Menurut penduduk lokal, Lalu Ratmaja nama tersebut sejatinya diambil dari nama daerah di Kota Mataram.

"Rembiga itu nama daerah yang diambil dari nama pohon yang ditumbuh di daerah situ. Daunnya tebal dan getahnya bisa dipakai obat gigi. Di sana cuma itu yang tumbuh," kata Lalu.

 Ilustrasi

"Dulu dekat bandara banyak orang jual kerajinan dan banyak orang yang makan (sate) di sana akhirnya dinamakan sate Rembiga karena dibuat orang Rembiga," lanjutnya.

Menariknya lagi, Lalu menambahkan nama Rembiga sebenarnya dibacanya sebagai Rembige. Mungkin banyak wisatawan luar daerah yang masih membaca pelafalannya dengan Rembiga.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini