Work From Bali Bisa Berdampak Positif ke Pariwisata Lombok

Pernita Hestin Untari, Jurnalis · Sabtu 19 Juni 2021 17:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 19 406 2427790 work-from-bali-bisa-berdampak-positif-ke-pariwisata-lombok-yneUJa6ZGi.jpg Pantai Tanjung Bongo, Lombok (Foto Twitter @MoriChan6)

PEMERINTAH terus berupaya membangkitkan kembali pariwisata dan ekonomi kreatif yang terpuruk akibat COVID-19. Salah satu dengan membuat kebijakan work from Bali (WFB) atau bekerja dari Bali untuk menghidupkan lagi pariwisata Pulau Dewata.

Dengan program tersebut diharapkan pariwisata di Bali bangkit kembali setelah sempat lesu. Lalu bagaimana dampaknya ke daerah di sekitarnya seperti halnya Lombok?

 Baca juga: Work From Bali Dimulai Juli 2021, Sandiaga: Kami Bergerak dengan Data

Auditor CHSE dan Dosen Politeknik Pariwisata Lombok, Komang Mahawira menilai program tersebut sejatinya akan memberikan dampak yang baik untuk Lombok, Nusa Tengggara Barat. Terlebih wilayahnya geografisnya yang berdekatan.

Dia juga menilai kemungkinan program tersebut nantinya dapat diterapkan di sana.

"Itu (Work From Bali) juga membantu wisatawan datang, kegiatan akan banyak, secara tidak langsung juga mempromosikan Lombok aman. Buktinya Pemerintah bisa bekerja di sana," kata Komang saat ditemui usai workshop di kawasan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, (19/6/2021).

 

Dia juga melihat pariwisata di Lombok mulai kembali menggeliat sebelum lebaran. Akan tetapi karena gelombang Covid baru kemungkinan akan ikut terdampak.

Baca juga:  Sandiaga Uno: Work From Bali Bisa Ditiru oleh Daerah Lain

Namun yang pasti, Lombok terus mencoba meningkatkan Pariwisatanya termasuk dengan mengikuti program CHSE yang digalakan Pemerintah. CHSE adalah singkatan dari Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Ramah lingkungan). CHSE mulai diterapkan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Indonesia sejak September 2020.

"Di Lombok ada 2 CHSE ada yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, ada yang Kemenpar yang internal di NTB sudah di atas 100 (hotel, homestay hingga tempat makan)," katanya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini