Ramai-Ramai Berburu Batu Diduga Berlian, Ternyata Zonk

Fatha Annisa, Jurnalis · Rabu 23 Juni 2021 04:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 22 406 2429243 ramai-ramai-berburu-batu-diduga-berlian-ternyata-zonk-5w77CU21mR.jpg Ilustrasi Berlian (Foto: ABC News)

AFRIKA - Batu permata yang memicu serbuan warga di Afrika Selatan bagian timur pekan lalu, ternyata hanya kuarsa.

Ribuan orang berbondong-bondong ke lereng bukit di provinsi KwaZulu-Natal Afrika Selatan sejak 12 Juni untuk menggali batu misterius yang pertama kali ditemukan oleh penggembala ternak dan diyakini sebagai berlian.

Anggota dewan eksekutif provinsi untuk pembangunan ekonomi dan pariwisata, Ravi Pillay, mengatakan pada konferensi pers pada hari Minggu bahwa dia telah menghitung sekitar 3.000 penggali mengunjungi situs tersebut.

Baca Juga:

Picu Demam Berlian, Batu Misterius yang Ditemukan di Afsel Ternyata Hanya Kuarsa

Ribuan Orang Bergegas ke Desa Berburu Berlian di Afrika Selatan

 

Hal tersebut mendorong pemerintah untuk mengirim geoscientist dan ahli pertambangan untuk mengumpulkan sampel dan melakukan pengujian. Hasilnya cukup untuk menghancurkan impian para penggali yang berharap bisa menghasilkan banyak uang dari batu tersebut.

"Tes yang dilakukan secara meyakinkan mengungkapkan bahwa batu-batu yang ditemukan di daerah itu bukanlah berlian seperti yang diharapkan beberapa orang," kata Pillay, seraya menambahkan bahwa itu sebenarnya adalah kristal kuarsa.

"Nilai, jika ada, kristal kuarsa belum ditetapkan, tetapi harus disebutkan bahwa nilai kristal kuarsa sangat rendah dibandingkan dengan berlian,” tambahnya seperti dilansir ABC.

Laporan mengatakan situs yang ada di lebih dari 300 kilometer tenggara Johannesburg, berada di dekat ambang batu vulkanik bernama dolerit yang tidak berada di dalam zona keberadaan berlian.

Ia menambahkan bahwa kristal kuarsa umum di cekungan sedimen serta dikenal sebagai Supergroup Karoo. Kristal itu membentang di atas situs dan sangat melimpah di sepanjang ambang dolerit.

Prospek menemukan berlian telah mengirimkan riak harapan ke salah satu wilayah termiskin di Afrika Selatan dan sekitarnya. Negara, yang terkenal dengan kekayaan mineralnya, telah berjuang puluhan tahun dengan pengangguran yang meningkat dan semakin diperburuk oleh pandemi virus corona.

Pemerintah mengatakan perburuan berlian telah menyoroti tantangan sosial-ekonomi yang dihadapi orang-orang di daerah itu. Pejabat setempat telah berjanji untuk menanggapi isu-isu yang diangkat oleh masyarakat selama kunjungan mereka, terutama seputar kualitas jalan dan akses air.

Sementara itu, pemerintah telah mengulang seruan kepada orang-orang untuk mengosongkan daerah tersebut, dengan alasan risiko virus corona dan degradasi lingkungan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini