5 Wisata Ekstrem di Malang, Arung Jeram hingga Off Road

Fatha Annisa, Jurnalis · Rabu 23 Juni 2021 06:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 22 408 2429294 5-wisata-ekstrem-di-malang-arung-jeram-hingga-off-road-zJKGtlsyc9.jpg Gua Coban Perawan (Foto: Kanal malang)

Budug Asu

 

Wisata ekstrem lain di Malang adalah Budug Asu yang berada di lereng Gunung Arjuna. Terdapat banyak kegiatan yang bisa dilakukan di sini seperti bersantai sambil menikmati keasrian alam dan udara sejuk, berkemah, rock climbing, juga berwisata off road.

Dengan menggunakan mobil jeep pelancong akan dibawa melewati jalur yang curam dan juga berlumpur. Seru sekali, bukan? Jika Anda tidak bisa atau berani menyetir sendiri, tidak perlu khawatir karena pihak pengelola juga menyediakan supir. Anda hanya perlu duduk manis sambil menikmati adrenalin berpacu.

Sebelum pulang, bersitirahat lah sejenak di atas hammock. Tapi, jangan kaget jika hammock yang dimiliki Budug Asu tidak seperti pada umumnya. Hammock di tempat wisata ini diikat pada dua buah tebing, bukan pohon.

Paralayang Batu

 

Okezoners yang ingin merasakan sensasi melayang-layang di atas sebuah kota sebaiknya coba aktivitas paralayang di Batu. Dulunya, ini merupakan tempat latihan para atlet paralayang. Namun setelah beebrapa tahun lalu dibuka untuk umum.

Keselamatan kegiatan ini sudah terjamin karena setiap pengunjung yang ingin mencoba akan ditemani oleh satu orang petugas yang sudah berpengalaman. Ia akan membantu untuk lepas landas, mendarat, dan mengendalikan payung besar Anda.

Wisata paralayang ini berada di Jl. Arumdalu No. 20, Songgokerto, Kecamatan Batu, Kota Batu, Jawa Timur. Jaraknya hanya sekitar 10 kilometer saja dari pusat kota. Pengunjung perlu membayar Rp15.000 untuk masuk ke kawasan wisata dan Rp400.000 untuk mencoba paralayang.

Gua Lo Bangi

 

Satu lagi gua yang sering menarik perhatian wisatawan di Malang, yaitu Gua Lo Bangi. Letaknya tidak jauh dari Pantai Ngliyep, tepatnya di Dusun Ngliyep, Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang. Gua ini merupakan satu sistem sungai bawah tanah dan untuk ke dalamnya pengunjung perlu menuruni dinding tanah sedalam kurang lebih 3 meter lalu ikuti lorong horizontal yang ada.

Sedikit berbeda dengan Gua Coban Perawan, Gua Lo Bangi memiliki mulut gua selebar kira-kira 5 meter dengan lantai yang didominasi tanah berbatu. Pintu masuk gua tidak berair, tapi semakin dalam akan lorongnya akan semakin kecil, berlumpur, dan beberapa genangan air akan ditemukan.

Di dalam gua Anda akan menemukan ornamen alam seperti stalakmit, gourdam, batu-batu reruntuhan , kolom, dan sebagainya yang membuat gua terlihat megah dan eksotis. Tidak hanya itu, selama penelusuran gua pengunjung akan ditemani dengan suara-suara alam yang berasal dari satwa di dalam gua seperti kelelawar, jangkrik, dan sebagainya. Hal tersebut akan membuat Anda merasa lebih dekat dengan alam. (edh)

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini