Ingin Hidup Normal dengan COVID-19, Singapura Ubah Cara Tangani Pandemi

Indah Salsabillah, Jurnalis · Senin 28 Juni 2021 12:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 28 406 2431945 ingin-hidup-normal-dengan-covid-19-singapura-ubah-cara-tangani-pandemi-GPzsZfc2FK.jpg Singapura (visitsingapore.com)

SINGAPURA, salah satu negara paling sukses dalam melawan Covid-19 telah mengumumkan akan segera mengubah cara mengelola pandemi secara mendasar, agar rakyatnya bisa hidup normal dengan Covid-19. Virus corona baru tersebut dianggap sama seperti flu atau penyakit endemik lainnya.

“Kabar buruknya adalah Covid-19 mungkin tidak akan pernah hilang. Kabar baiknya adalah mungkin untuk hidup normal dengannya di tengah-tengah kita,” tulis Menteri Perdagangan Singapura Gan Kim Yong, Menteri Keuangan Lawrence Wong, dan Menteri Kesehatan Ong Ye Kung dalam editorial di Straits Times seperti dilansir dari nzherald, Senin (28/6/2021).

 Baca juga: Berhasil Tekan COVID-19, Singapura-Australia Bersiap Sambut Travel Bubble

Seperti kebanyakan negara, Singapura mengalami puncak kasus awal Covid-19 pada medio April 2020, yakni mencapai 600 kasus sehari, kemudian mengecil pada Agustus.

Singapura memiliki kontrol perbatasan yang ketat di sebagian besar negara, termasuk tes pada saat kedatangan, karantina hotel, dan perintah tinggal di rumah.

Tetapi semua itu pada akhirnya akan terhapus di bawah rencana yang dikeluarkan oleh Menteri Kung, Yong dan Wong, yang membentuk Gugus Tugas Multi-Kementerian Covid-19 Singapura.

 

“Setiap tahun, banyak orang terkena flu. Sebagian besar sembuh tanpa perlu dirawat di rumah sakit, dan dengan sedikit atau tanpa pengobatan. Tetapi sebagian kecil, terutama orang tua dan mereka yang memiliki penyakit penyerta, bisa sakit parah, dan beberapa meninggal.

Baca juga:  Cerita Horor Rumah Matilda yang Dijaga Roh Berambut Panjang

“Kita tidak bisa memberantasnya, tapi kita bisa mengubah pandemi menjadi sesuatu yang tidak terlalu mengancam, seperti influenza atau cacat air, dan melanjutkan hidup kita,” kata ketiganya.

Vaksinasi dulu, dan kurangi pembatasan

Vaksinasi adalah kuncinya. Jalan keluar saat ini adalah dimulai sampai lebih banyak orang yang telah divaksinasi. Singapura akan memberikan dua pertiga dari penduduknya setidaknya satu suntikan dalam beberapa Minggu dan memiliki dua pertiga divaksinasi penuh pada awal Agustus.

Covid new normal Singapura

Para Menteri menulis di Straits Times ini akan menjadi cara bagi Singapura untuk menavigasi jalan keluar dari Covid-19 melanjutkan acara-acara besar dan melakukan perjalanan internasional.

Para Menteri menekankan Singapura tidak pada tahap di mana rencana pasca-Covid dapat dimulai. Untuk saat ini, pembatasan akan tetap berlaku.

 Ilustrasi

Negara ini baru saja memperketat masuknya beberapa orang Australia karena wabah Syndey saat ini.

“Sejarah telah menunjukkan bahwa setiap pandemi akan berjalan dengan sendirinya”.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini