Pramugari Kunci Penumpang di Toilet karena Bikin Onar dalam Pesawat

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Selasa 29 Juni 2021 07:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 28 406 2432179 pramugari-kunci-penumpang-di-toilet-karena-bikin-onar-dalam-pesawat-53VG9bERRj.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

SEORANG penumpang maskapai Jet2 yang mabuk telah dikenai hukuman penjara selama 20 bulan. Ia harus dikunci di toilet pesawat dan ditahan secara fisik setelah melancarkan serangkaian kekerasan terhadap pramugari.

David Lauriston, dari Lesmahagow di Skotlandia sudah diadili di Pengadilan Mahkota Manchester awal pekan lalui.

Ia berada di dalam penerbangan Jet2 dari Glasgow ke Bodrum, Turki, pada 21 September 2020, ketika ia mulai melontarkan cercaan kepada sesama penumpang di pesawat.

Baca juga: Pramugari Dilecehkan Penumpang, Pramugara Memaki-maki Pelaku

Dilansir dari Insider, Senin (28/6/2021), Lauriston terdengar memanggil pasangan asal Irlandia dengan sebutan "Fenian b------ds," sebuah hinaan yang mengacu pada gerakan republik Irlandia abad ke-19.

Jaksa Megan Tollitt mengatakan kepada pengadilan bahwa pria berusia 39 tahun itu menjadi kasar dan mulai melakukan tindakan meninju saat awak kabin turun tangan.

"Dia berusaha mendorong awak kabin melewatinya," kata Tollitt.

Terdakwa berulang kali menyodok wajah korban dan mendorongnya di bahu.

Tollitt mengatakan terdakwa kemudian diancam akan menggigit seorang awak kabin saat dia menunjuk ke arahnya.

Awak kabin dan pilot pun memutuskan untuk mengalihkan pesawat ke Bandara Manchester karena risiko keselamatan yang ditimbulkan oleh Lauriston. Namun, perilaku agresif terdakwa terus berlanjut.

Baca juga: Penerbangannya Tertunda, Wanita Ini Menyerang Petugas Bandara

Setelah Lauriston menunjukkan bahwa dia perlu menggunakan toilet, awak kabin menguncinya di dalam. Tapi dia mulai menendang bagian bawah pintu.

"Awak kabin kemudian membersihkan tiga kursi di bagian belakang pesawat. Mereka mengarahkannya ke kursi dan dia terus melakukan kekerasan terhadap staf. Dia menyebut salah satunya 'pelacur dan sapi'," kata Tollitt.

"Ketika staf mencoba untuk menahannya secara fisik menggunakan tali pengikat, dia meraih syal lehernya dan menariknya ke bawah. Dia meninju sisi kanan wajahnya."

Semua anggota staf dalam penerbangan itu diliburkan setelah insiden itu, menurut surat kabar The Sun.

Dalam pernyataan dampak korban, salah satu anggota awak kabin mengatakan mereka "tidak pernah mengalami tingkat kekerasan ini" dalam karir mereka.

Ilustrasi

Mereka berkata: "Saya tidak yakin apakah saya akan kembali terbang. Itu benar-benar menggantung di kepala saya. Saya tidak akan pernah melupakan anak-anak yang menangis dan ekspresi ketakutan di wajah penumpang."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini