Colosseum Buka Kembali Terowongan Bawah Tanah Bekas Ruang Tahanan Romawi

Fatha Annisa, Jurnalis · Senin 28 Juni 2021 18:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 28 408 2432038 colosseum-buka-kembali-terowongan-bawah-tanah-bekas-ruang-tahanan-romawi-X3XI2FtWMV.jpg Colosseum Roma di Italia (Foto Stuff)

SENATOR Romawi Gracchus dalam film ‘Gladiator’ yang memenangkan Piala Oscar 2000 pernah berkata bahwa "Jantung Roma bukanlah marmer Senat, tapi pasir Colosseum."

Ya, Colosseum kini menjadi salah satu lokasi paling berharga dan bahkan sudah jadi destinasi wisata yang mendunia di Italia.

Amfiteater batu berusia 2.000 tahun yang menjulang tinggi dan terbesar di kekaisaran Romawi ini adalah objek wisata paling populer di Italia, menarik 7,6 juta pengunjung pada 2019.

Baca juga: 5 Destinasi Wisata Hits di Roma, Tuan Rumah Piala Eropa 2020

Tapi inti dari bangunan ini, yaitu lorong bawah tanah yang menjadi kandang dan ruangan para tahanan, hewan, serta gladiator menunggu untuk memasuki arena sudah lama tidak bisa dikunjungi.

Reuters melaporkan bahwa kawasan tersebut baru dibuka kembali untuk umum sejak Jumat 25 Juni 2021, setelah melewati masa renovasi yang lama.

Lebih dari 80 arkeolog, arsitek, dan insinyur bekerja di "hipogeum" seluas 15.000 meter persegi selama dua tahun untuk mengembalikan pusat perhatian ke sebuah monumen yang dicintai seluruh dunia, menurut Diego della Valle, ketua Tod's, Grup mode Italia yang mendanai pekerjaan tersebut.

Ilustrasi

Balkon melingkar, yang lama dapat diakses oleh turis, digunakan untuk menampung hingga 70.000 penonton untuk menonton pertarungan gladiator, eksekusi, dan perburuan hewan. Sebelum hipogeum dibangun, arena juga bisa diisi dengan air untuk menghidupkan kembali pertempuran laut.

Sekarang jalan baru sepanjang 160 meter (525 kaki) mengungkapkan bagian dari monumen yang belum dapat diakses oleh pengunjung.

Baca juga: Liburan Syantik Carla Yules di Colosseum Roma

Ini adalah bagian kedua dari proses tiga tahap yang dimulai delapan tahun lalu, dengan Tod menjanjikan 25 juta euro (Rp433 miliar) untuk membayar proyek tersebut. Menjadikannya salah satu dari sejumlah restorasi landmark Italia yang didanai oleh perusahaan barang mewah.

"Penting bagi perusahaan terkait membuat diri mereka ada untuk negara, memahami apa yang dapat mereka lakukan untuk negara," kata Della Valle.

"Ini tentang potongan-potongan penting untuk Italia, monumen yang terkenal di seluruh dunia, dan pariwisata, yang tidak hanya hiburan tetapi bisnis penting di Italia. Jika dirawat dengan baik, tempat tersebut tidak memiliki saingan di mana pun di dunia."

Tahap pertama dari perombakan, termasuk pembersihan fasad, diresmikan pada 2016. Tahap terakhir melibatkan pembaruan galeri dan sistem pencahayaan serta pembuatan pusat pengunjung baru. Proyek tersebut ditargetkan selesai dalam waktu sekitar tiga tahun.

Secara terpisah, pemerintah telah memutuskan untuk menyediakan bangunan bersejarah Romawi kuno dengan lantai berteknologi tinggi baru, yang diharapkan akan ada pada tahun 2023.

Ilustrasi

Della Valle, yang juga membantu mendanai gedung opera La Scala di Milan, meminta sesama pengusaha untuk masing-masing mengambil monumen dan memulihkannya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini