Share

Sasar Wisatawan Nusantara, Begini Skema Paket Wisata Vaksin di Bali

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 29 Juni 2021 13:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 29 406 2432552 sasar-wisatawan-nusantara-begini-skema-paket-wisata-vaksin-di-bali-Z8lY1QgqDO.jpg Menparekraf Sandiaga Uno (Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno terus menyiapkan program wisata vaksin di Bali. Hal ini untuk meningkatkan pariwisata di Pulau Dewata tersebut. Berikut skemanya.

Lewat program wisata vaksin, maka masyarakat bisa berlibur menikmati Bali sekaligus mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 secara gratis. Paket wisata ini untuk wisatawan nusantara.

Baca juga:  COVID-19 Melonjak, Pariwisata Bali Batal Dibuka untuk Wisatawan Mancanegara

"Pantauan big data menunjukkan antusiasme masyarakat dapat vaksin sekaligus berlibur. Ini akhirnya jadi misi kita, kenapa harus jauh-jauh liburan ke luar negeri, kenapa enggak ke Bali saja?" ujar Sandiaga dalam Weekly Press Briefing secara virtual, Senin 28 Juni 2021.

Sandi menambahkan, Bali menjadi lokasi progam diadakannya wisata vaksin, karena Bali menjadi wilayah yang paling cepat pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

Selain itu hal ini sebagai indikator kuat untuk menyukseskan program wisata berbasis vaksinasi di Pulau Dewata.

Kemudian, wisata vaksin juga sebagai nilai daya tarik, serta nilai tambah bagi ekonomi karena wisatawan memiliki Length of Stay (LOS) yang cukup panjang (minimal 15 hari).

Baca juga:  Sandiaga Uno: Work From Bali Bukan Pemicu Peningkatan Kasus COVID-19

Segmentasi pasar wisata vaksin di Bali adalah wisatawan nusantara, mereka yang berdomisili di provinsi lain dengan tingkat kecepatan vaksinasi yang masih rendah.

Selanjutnya, nantinya skema paket wisata vaksin akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Antara lain menyertakan hasil tes antigen negatif masa 1x24 jam, dan wisatawan yang diharuskan membeli paket wisata vaksin.

Sandi mengatakan, setelah wisatawan mendapatkan dosis vaksin pertama, kemudian akan diberikan tempat tinggal yaitu menginap di hotel yang telah bersertifikat CHSE dan dapat mengunjungi tempat wisata yang bersertifikat CHSE.

Lalu saat kepulangan, selain wisnus menerima vaksin ke dua, mereka juga memerlukan hasil negatif tes antigen, sebagai syarat kembali ke daerah masing-masing.

 ilustrasi

Vaksin yang ditawarkan untuk turis domestik dalam program wisata vaksin di Bali yaitu Sinovac, dengan skala waktu sekitar 14 hari untuk dua kali penyuntikan.

"Tapi, (Vaksin) Astra Zeneca sedang disusun karena itu perlu 11 sampai 12 minggu," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini