Dihuni Hantu, Desa Kuno yang Indah Dijual Rp2,5 Miliar

Violleta Azalea Rayputri, Jurnalis · Jum'at 02 Juli 2021 21:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 02 406 2434363 dihuni-hantu-desa-kuno-yang-indah-dijual-rp2-5-miliar-iEYz4JzR0g.jpg Desa Lawers di Skotlandia yang dijual (Youtube/indy100.com)

SEBUAH desa yang indah di Skotlandia dijual senilai £125.000 atau sekitar Rp2,5 miliar, lebih murah daripada kebanyakan properti 1 kamar tidur di sebagian besar kota.

Desa Tua Lawers memiliki luas 3,31 hektar lengkap dengan pemandangan Dataran Tinggi yang menakjubkan yang terletak di tepi Loch Tay.

Baca juga: Skotlandia Buka Lagi Kafe dan Museum Usai Lockdown, Pengunjung Boleh 'Kopdar'

Desa kuno yang hancur ini menawarkan reruntuhan abad ke-17, rute jalan kaki yang indah, hutan asli, hingga pantai pribadi Anda sendiri.

Sayangnya ada satu kekurangan yang melingkupi tempat ini. Ya, desa ini berhantu.

Di antara reruntuhan bangunan di The Old Village of Lawers, ada beberapa kandang yang konon berdiri di atas tanah rumah sebelumnya, yang dihancurkan pada tahun 1645.

Melansir dari Indy100, Jumat (2/7/2021), reruntuhan yang ditinggalkan dikenal sebagai House of Lawers. Kemudian wanita terakhir yang menempati rumah adalah Lady of Lawers. Ia dikabarkan menghantui desa.

Baca juga: Kalau Punya Tabungan Melimpah, Tertarik Beli Pulau Rusa Seharga Rp1,6 Miliar?

Lady of Lawers dihormati, tetapi juga ditakuti karena ramalannya menakutkannya yang sering menjadi kenyataan.

Dia menanam pohon abu di sebelah gereja. Lady of Lawers memperkirakan gereja itu akan membelah begitu mencapai ketinggian atap pelana. Dan kini, atap gereja tersebut memang runtuh.

Ramalan yang lebih aneh darinya meramalkan bahwa jika ada yang merusak pohon yang dia tanam, akan menemui akhir yang tidak menguntungkan.

Pada 1800-an, seorang petani lokal, John Campbell, membuat kesalahan besar dan menebang pohon, lalu serangkaian peristiwa malang terjadi. Dia kemudian ditanduk sampai mati oleh bantengnya sendiri, asistennya menjadi gila dan kuda itu jatuh mati.

“Sensus 1841 menunjukkan desa itu hanya dihuni 17 orang. Pada tahun 1891, jumlahnya menurun menjadi 7, yang semuanya tinggal di rumah Pier Master,” menurut pialang Goldcrest. Pada tahun 1926, daerah itu benar-benar sunyi.

Meski berhantu, sejak terdaftar pada hari Jumat, Goldcrest telah dibanjiri pertanyaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini