Share

Patung Putri Diana Diresmikan Pangeran William dan Harry, Begini Wujudnya

Agregasi VOA, Jurnalis · Sabtu 03 Juli 2021 02:23 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 02 406 2434608 patung-putri-diana-diresmikan-pangeran-william-dan-harry-begini-wujudnya-9xO5lvUASO.jpg Pangeran William (kiri) dan Pangeran Harry meresmikan patung Putri Diana di Sunken Garden, Istana Kensington, Inggris (Foto AP via VOA)

PANGERAN William dan Pangeran Harry meresmikan patung mendiang ibu mereka, Putri Diana di London, Inggris, Kamis 1 Juli 2021. Ini bertepatan dengan hari ulang tahun ke-60 Putri Diana yang ke-60.

Namun sebagian besar fokus media pada upacara itu adalah hubungan memburuk antara kedua pangeran itu.

Dua bersaudara bersatu dalam cinta dan kehilangan ibu mereka. Dua pangeran Kerajaan Inggris itu terjebak dalam perselisihan keluarga.

Baca juga:Β Demam Piala Eropa 2020, Ini 4 Fakta Unik Kota London

Pangeran William dan Pangeran Harry meresmikan patung itu dalam sebuah upacara kecil di Sunken Garden, di Istana Kensington, rumah Putri Diana di London.

ilustrasi

Putri Diana

Mereka tidak berbicara di depan umum pada upacara itu, tetapi dalam sebuah pernyataan kedua pangeran itu mengatakan, "setiap hari, kami berharap ibu masih bersama kami. Kami berharap, patung ini akan dilihat selamanya sebagai simbol kehidupan dan warisannya."

Patung perunggu itu menggambarkan Putri Diana dikelilingi oleh tiga anak, yang menurut Istana Kensington mewakili "universalitas dan dampak generasi" dari karyanya.

Baca juga:Β Ada Replika Planet Mars di Museum Ini, Seperti Apa Sih Bentuknya?

Putri Diana tersimpan di dalam hati rakyat Inggris setelah pernikahannya dengan Pangeran Charles pada 1981.

β€œIa adalah gadis muda cantik yang menikah dengan pangerannya dan Diana perempuan yang luar biasa. Ia menderita batin dalam arti yang tidak pernah dialami anggota keluarga kerajaan sebelumnya. Kami tidak melihatnya. Ia menyentuh hati orang-orang. Diana melakukan pekerjaan kerajaannya dengan cara yang sangat berbeda,” kata Pakar biografi Inggris, Penny Junor.

Cinta dan kasih sayang tanpa syarat yang ia limpahkan untuk putra-putranya melanggar tradisi kerajaan, tetapi menyentuh hati jutaan orang di seluruh dunia. Ia menggabungkan keibuan dengan kemewahan, tugas kerajaan dengan pekerjaan amal.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini