Ketika Sandiaga Uno Puji Influencer yang Gencar Suarakan Stay at Home

Antara, Jurnalis · Minggu 04 Juli 2021 17:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 04 406 2435213 ketika-sandiaga-uno-puji-influencer-yang-gencar-suarakan-stay-at-home-RWoKRwBO7n.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Instagram/@sandiuno)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi para pemengaruh alias influencer di media sosial yang gencar mengajak pengikut atau followers-nya untuk tetap berdiam diri di rumah demi menekan risiko penyebaran virus corona (Covid-19).

"Varian Delta Covid-19 ini menyebar dengan sangat cepat. Jadi meskipun kita sudah disiplin protokol kesehatan Covid-19 juga tidak menutup kemungkinan untuk kena. Jadi saya apresiasi para influencer yang mengimbau pengikutnya untuk tidak keluar rumah untuk hal-hal yang tidak penting," ujar Sandiaga Uno dalam podcast bersama influencer media sosial.

Influencer bernama Panji yang jadi lawan bicara Sandiaga Uno mengajak para pengikutnya untuk sebisa mungkin di rumah saja bila tidak ada urusan mendesak. Dia mengakui pernah terinfeksi Covid-19 karena masih sering keluar rumah untuk aktivitas rekreasi.

Baca juga: Resmikan Sentra Budaya & Ekraf, Sandiaga Uno Kenang Masa Kecil di Pekanbaru

"Tidak usah melakukan aktivitas di luar rumah yang tidak perlu. Malah dapat memberikan potensi risiko Covid-19 untuk keluarga kita," kata Panji.

Dikutip dari siaran resminya, Minggu (4/7/2021), mantan Wagub DKI Jakarta itu juga menyampaikan percepatan transformasi digitalisasi pelaku ekonomi kreatif dapat menyelamatkan perekonomian di tengah Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat pada 3-20 Juli 2021 di Jawa dan Bali.

Ia mengatakan, PPKM Darurat telah mengubah rencana yang susdah disusun Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

"Rencana tersebut akan menyesuaikan dengan sand box. Dimana kita siapkan kebijakannya secara dinamis. Harus mampu untuk menjawab dengan singkat kenaikan kasus positif Covid-19 di sejumlah wilayah," terang Sandi.

Ia melanjutkan, pada PPKM Darurat ini semua pusat pariwisata dan ekonomi kreatif di Jawa dan Bali ditutup. Selain itu, wilayah lain yang di luar Jawa dan Bali menyesuaikan dengan kondisi masing-masing sesuai dengan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin.

"Dalam pertemuan secara daring dengan 3-4 ribu pelaku kuliner dan ekonomi kreatif kita sudah men-challenge mereka dapat membantu pemerintah untuk melakukan digitalisasi ke target 10 juta orang," tuturnya.

"Bantuan untuk pelaku ekonomi kreatif ini harus dipercepat. Dana hibah pariwisata, bantuan insentif pemerintah, bantuan sosial, bantuan likuiditas untuk restrukturisasi kewajibannya terhadap perbankan sehingga mereka tidak mengalami situasi kerusakan permanen," kata Sandi menandaskan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini