Duh! Puluhan WN China Masuk Indonesia via Bandara Sultan Hasanuddin

Antara, Jurnalis · Senin 05 Juli 2021 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 05 406 2435446 duh-puluhan-wn-china-masuk-indonesia-via-bandara-sultan-hasanuddin-7swxg7oRvy.JPG Bandara Sultan Hasanuddin, Maros, Sulsel (Foto: Instagram/@shiamairport)

PULUHAN Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China dilaporkan tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Maros, Sulawesi Selatan. Kedatangan mereka untuk membangun smelter di Kabupaten Banteang, Sulawesi Selatan

"Iya benar, mereka (TKA) kerja kontrak perusahaan untuk (membangun) Smelter," ungkap Stakeholder Relations Manager, Angkasa Pura I, Iwan Risdianto.

Menurut informasi, 20 pekerja asing asal China itu tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada Sabtu pukul 20.10 Wita dengan menumpangi pesawat Citilink QG-426 dari Jakarta. Mereka selanjutnya akan bekerja di PT Huadi Nikel untuk membangun smelter di Kabupaten Bantaeng.

Baca juga: Selain Divaksin, Traveler Internasional Wajib Karantina 8 Hari Selama PPKM Darurat

Setibanya di bandara, mereka langsung dibawa pihak perusahaan. Para TKA tersebut sudah dikarantina dan menjalani pemeriksaan Swab atau usap PCR di Jakarta, sebelum tiba di Sulsel.

Secara terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulsel, Andi Darmawan Bintang juga membenarkan tentang kedatangan 20 orang TKA asal Tiongkok di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Sejauh ini, total tercatat 46 TKA asal Tiongkok telah memasuki Sulsel, termasuk 20 orang yang datang pada Sabtu tersebut, sembilan orang pada 29 Juni dan 17 orang pada 1 Juli.

"20 orang pekerja asing yang datang itu rombongan ketiga, totalnya sudah 46 orang," sebutnya.

Kendati demikian, berdasarkan pemeriksaan awal, ke-20 orang tersebut belum mengantongi Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) dari pemerintah pusat melalui Kementerian terkait.

Meski masih dugaan awal, pihaknya akan tetap melakukan pemeriksaan lanjutan bersama imigrasi berkaitan dengan izinnya bekerja PT Huadi Nikel, Kabupaten Bantaengl. Para pekerja asing ini menyatakan sudah di karantina dan dites usap PCR di Jakarta sebelum ke Sulsel.

"Tetap kita lakukan pengawasan, karena itu bagian dari UPT Disnaker di Bulukumba. Koordinasi dengan pihak perusahaan maupun Pemerintah Kabupaten Bantaeng sedang dilakukan guna memastikan tidak ada pelanggaran maupun penyebaran virus Covid-19 dibawa oleh mereka," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini