Berwisata Vaksin ke Luar Negeri Jadi Tren Baru, Bagaimana Legalitasnya?

Fatha Annisa, Jurnalis · Senin 05 Juli 2021 19:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 05 406 2435755 berwisata-vaksin-ke-luar-negeri-jadi-tren-baru-bagaimana-legalitasnya-HDuhwi01Mt.jpg Vaksinasi Covid-19 (Reuters)

PANDEMI COVID-19 masih melanda dunia. Masyarakat berbondong-bondong melakukan vaksinasi secepat mungkin. Bahkan kini wisata vaksin menjadi tren baru berpelesir kala pandemi, salah satu destinasi utamanya adalah Amerika Serikat.

Berwisata sambil mendapat dosis vaksin gratis bukan hal aneh akhir-akhir ini. Banyak masyarakat Indonesia yang rela merogoh kocek dalam demi bisa berlibur sekaligus divaksinasi di negara tertentu.

Baca juga: Sasar Wisatawan Nusantara, Begini Skema Paket Wisata Vaksin di Bali

Salah satu negara yang bisa dikunjungi dan memiliki ketersediaan vaksin yang banyak adalah Amerika Serikat. Oleh karenanya, negara tersebut menjadi destinasi wisata vaksin. Seperti halnya yang dilakukan Angky Banggaditya, seorang warga Indonesia yang mendapatkan vaksinnya di Amerika Serikat pada Maret 2021.

Angky mengaku niatnya berkunjung ke Negeri Paman Sam hanya untuk mengunjungi teman selama dua minggu. Ia memiliki visa turis yang masih berlaku sejak 2017.

Mendekati hari kepulangannya, ia dikabarkan mendapat vaksin Johnson&Johnson gratis di sana dan bisa pula 2-3 hari setelahnya.

“Mendekati hari kepulangan itu tiba-tiba saya dikabari dapat vaksin. Saya dapat informasi ada vaksin Johnson&Johnson yang hanya satu suntikan. Dan setelah itu paling hanya menunggu 2-3 hari untuk pulang,” kata Angky dikutip dari video wawancara yang disiarkan VOA, Senin (5/7/2021).

Baca juga: Tiru Cara Amerika, Bali Bakal Jadi Tempat Wisata Vaksin

Angela Citra, yang juga WNI, pun mendapatkan dosis vaksin Johnson&Johnson-nya di Amerika Serikat tanpa mendaftar online terlebih dahulu. Ia mengatakan divaksinasi di farmasi kecil.

“Aku ke sana (farmasi) nanya, ‘di sini ada Johnson&Johnson, ya?’ Dia bilang iya, tapi hanya by appointment. Benar-benar pagi taruh nama, sore ditelepon ada pembatalan, ‘kalau mau datang aja kita ada dosis untuk kamu’,” jelas Citra.

Bahkan saat ini terdapat agen perjalanan seperti ATS Vacation yang mengakomodasi wisatawan untuk liburan program tur vaksin ke Amerika Serikat. Tentunya dengan harga yang tidak murah mulai dari Rp8,2 juta hingga Rp53 juta.

“Jadi rekanan kita di sana bisa membantu kita untuk mendapatkan vaksin gratis tersebut,” kata Muhammad Ramdani selaku perwakilan pihak ATS Vacation.

Sekiranya 30 orang sudah mendaftar paket tur vaksin di ATS Vaksin. Muhammad Ramdani juga menyampaikan bahwa kendala yang dihadapi adalah pembuatan visa baru yang tengah dibatasi oleh kedutaan Amerika. Jadwal interview sudah sampai di bulan Oktober dengan kuota per hari berjumlah 5 sampai 8 orang.

Ilustrasi

Juru bicara kedutaan besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Michael Quinlan, turut menyampaikan pendapatnya terkait legalitas tren wisata vaksin ini.

“Mendapatkan perlakuan medis di Amerika Serikat adalah tujuan kunjungan yang diizinkan untuk individu yang memiliki visa kunjungan yang berlaku,” ujarnya.

Sekarang kedutaan besar Amerika Serikat di Jakarta dan Konjen di Surabaya telah membuka kembali layanan untuk visa kategori non-imigran dalam kapasitas yang dikurangi. Seluruh permintaan akan diproses, namun terbentur antrean yang panjang maka kemungkinan waktu tunggunya akan meningkat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini