Penumpang di Bandara Adisutjipto Bisa Nikmati Layanan Vaksinasi Covid-19

Antara, Jurnalis · Rabu 07 Juli 2021 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 07 406 2436687 penumpang-di-bandara-adisutjipto-bisa-nikmati-layanan-vaksinasi-covid-19-uJiSxDGT7y.JPG Bandara Adisutjipto, DIY (Foto: Instagram/@adisutjipto_airport)

BANDARA Adisutjipto Yogyakarta menyediakan layanan vaksinasi Covid-19 bagi para calon pelaku perjalanan udara untuk melengkapi dokumen persyaratan perjalanan udara pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

General Manager Bandara Adisutjipto Yogyakarta, Agus Pandu Purnama mengungkapkan, layanan vaksinasi di bandara ini merupakan bentuk dukungan PT Angkasa Pura I (Persero) dalam mewujudkan target 1 juta vaksin per hari pada Juli dan 2 juta vaksin per hari pada Agustus 2021.

"Diharapkan dengan adanya sentra vaksinasi di bandara ini akan memperluas dan mempermudah masyarakat, khususnya calon penumpang, untuk mendapatkan vaksin Covid-19 sehingga herd immunity berdasarkan vaksin dapat segera terwujud," kata Pandu.

Baca juga: Keluar Ambon via Pelabuhan Yos Sudarso Wajib Punya Kartu Vaksin Covid-19

Layanan vaksinasi tersebut bertempat di Gedung EMPU sisi timur Bandara Adisutjipto, tidak jauh dari fasilitas rapid test antigen bandara setiap hari pada pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, menggunakan vaksin Sinovac.

Layanan itu digelar bersama Kantor Kesehatan Pelabuhan DIY dan Dinas Kesehatan Sleman.

Ia menjelaskan, selama masa PPKM Darurat syarat perjalanan udara dalam negeri baik menuju dan dari Jawa serta Bali harus menunjukkan kartu vaksinasi dan hasil tes PCR.

Dengan demikian, langkah sentra vaksinasi itu juga mendukung Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor 45 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara pasa Masa Pandemi Covid-19.

"Kami harap dapat mempermudah masyarakat yang memiliki kepentingan untuk melakukan perjalanan udara namun belum mendapatkan vaksin Covid-19. Dengan catatan, kami imbau untuk melakukan vaksinasi minimal H-1 sebelum jadwal keberangkatan," tuturnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk menaati proses tersebut dan hanya melakukan perjalanan jika ada keperluan yang benar-benar mendesak.

"Dan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan udara untuk tetap mematuhi 5M dan mempersiapkan perjalanan secara matang," terang Pandu.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini