Viral Awan Berbentuk UFO Muncul di Langit Aceh

Antara, Jurnalis · Rabu 07 Juli 2021 11:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 07 406 2436831 viral-awan-berbentuk-ufo-muncul-di-langit-aceh-EDNeCrd5Ed.JPG Awan berbentuk UFO di langit Aceh (Foto: Antara)

MASYARAKAT Kota Banda Aceh pada Selasa sore hingga malam digemparkan oleh fenomena alam awan berbentuk unidentified fliying object (UFO).

Awan ini diabadikan warga menggunakan telepon selular dan menjadi perbincangan hangat di media sosial hingga Rabu (7/7/2021) siang.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, fenomena awan mirip UFO yang terlihat di langit di kawasan Desa Punge, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh pada Selasa sore termasuk awan yang berbahaya bagi penerbangan.

“Awan berbentuk UFO ini disebut awan Lenticularis atau biasa disebut awan topi atau awan tudung. Bagi penerbangan dampaknya sangat berbahaya,” kata Prakirawan Stasiun BMKG Meulaboh-Nagan Raya, Rezky P Hartiwi.

Baca juga: Heboh, Siswa Ini Ngaku Menangkap UFO Besar yang Melayang di Pantai

Menurutnya, awan Lenticularis sangat berbahaya bagi pesawat terbang karena bisa menyebabkan turbulensi atau goncangan secara vertikal yang kuat, karena pesawat bisa mengalami penurunan tekanan udara secara drastis.

"Khusus bagi pesawat yang terbang dengan level ketinggian yang rendah, biasanya pilot sangat menghindari awan Lenticularis ini," kata dia.

Sedangkan dampak bagi masyarakat, lanjutnya, biasanya awan tersebut dapat menyebabkan terjadinya angin kencang, dan hujan. Namun seiring berjalannya waktu awan ini akan luruh.

“Kalau untuk masyarakat menghindari awan ini biasanya harus tetap di dalam rumah ya, kalaupun ada yang mengharuskan beraktivitas di luar, dimohon untuk tetap waspada dan hati-hati,” sebut Rezky.

Ia menjelaskan awan ini biasanya tumbuh di sekitar gunung atau bukit akibat hembusan angin di kawasan pegunungan.

“Awan Lenticularis ini dapat menyebabkan adanya turbulensi atau putaran angin secara vertikal yang kuat, sehingga sangat berbahaya bagi penerbangan dengan level rendah,” katanya.

Fenomena awan topi atau tudung ini biasanya terjadi pada saat saat tertentu atau disebut bersifat momentum, awan ini terjadi akibat adanya massa udara yang basah melintasi daerah pegunungan.

Meski awan ini indah atau unik, tapi awan ini berbahaya bagi dunia penerbangan. BMKG juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada serta bisa mendapatkan informasi yang akurat mengenai fenomena semacam ini.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini