Mengenal Prahok, Kuliner Khas Kamboja yang Melegenda

Firziana Zahra, Jurnalis · Jum'at 09 Juli 2021 04:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 08 301 2437706 mengenal-prahok-kuliner-khas-kamboja-yang-melegenda-sqoNnyR9mv.JPG Prahok, kuliner khas

BICARA kuliner Asia Tenggara tak melulu soal makanan Indonesia, Thailand atau Vietnam. Ya, masakan Kamboja meski masih relatif tak dikenal, siapa sangka negara itu memiliki kuliner unik nan legendaris. Makanan itu berbahan ikan beraroma tajam bernama prahok.

Melansir Wikipedia, prahok merupakan hidangan khas Kamboja berupa daging ikan cincang (biasanya ikan gabus-red) yang digarami, difermentasi, dan dibungkus daun pisang. Prahok dapat dijadikan lauk-pauk, atau sebagai bumbu penyedap masakan mirip terasi.

Prahok merupakan salah satu metode pengawetan pangan saat Kamboja memasuki bulan-bulan musim kemarau, ketika ikan segar langka. Prahok biasanya dimakan sebagai lauk utama, disajikan dengan nasi putih serta sayuran seperti kacang panjang, mentimun, dan terong. Rasanya yang asin dan kuat membuatnya dijadikan sebagai bumbu penyedap rasa dalam masakan Kamboja, seperti ditambahkan dalam sup atau saus.

"Ada pepatah dari leluhur kita, 'Tidak ada prahok (nama makanan) yang baik, tidak ada teman yang baik'," kata Chef Luu Meng, menyitir laman BBC.

"Prahok di pedesaan adalah bagian dari kehidupan orang Kamboja yang telah menjadi bahan penting di dapur selama beberapa generasi," sambungnya.

Baca juga: Cantiknya Pramugari Reza Hervina, Netizen: Itu Paha Apa Kayu Jati? Mulus Amat

Prahok

(Foto: Almond Group)

Meng mengacu pada pasta ikan fermentasi khas Kamboja yang telah memberi negara ini protein dan rasa sejak era Angkorian abad ke-9 hingga ke-15, periode yang sering ditandai sebagai puncak budaya Kamboja.

"Di provinsi, ketika orang pergi dan melihat calon ibu mertua mereka, mereka harus memasak hidangan prahok praktis yang enak untuk membuatnya tersenyum. Itulah pentingnya prahok bagi kami," kata dia.

"Anda akan menemukan sebotol prahok di sebagian besar rumah keluarga, itu membuat semua orang bahagia," kata Meng.

"Kami ingin membuat hidangan prahok ini untuk mengingatkan orang-orang di rumah dan memberi mereka makanan untuk dibagikan pada saat-saat seperti ini," lanjutnya.

Koki yang mengenalkan cita rasa kuliner Kamboja dan teknik memasak kuno kepada koki tenar termasuk Anthony Bourdain dan Gordon Ramsay, telah mendedikasikan waktunya selama tiga dekade terakhir untuk menghidupkan kembali sekaligus mengangkat masakan tradisional Kamboja. Di mana prahok sebagai 'jantung'nya.

Sebagai satu-satunya master chef Kamboja, gelar kehormatan yang diberikan kepada para ahli di bidangnya, Meng telah mengabdikan karirnya untuk mengabadikan dan menemukan kembali resep Kamboja yang diturunkan secara lisan dari generasi ke generasi.

Banyak dari hidangan ini terancam hilang setelah rezim Khmer Merah, di mana hingga dua juta orang meninggal dunia antara tahun 1975-1979.

Sementara prahok tetap menjadi makanan pokok nasional Kamboja. Meng menemukan cara kreatif untuk memasukkannya ke dalam hidangan kontemporer yang disajikannya.

“Ketika saya masih sangat muda, ibu saya dan teman-temannya selalu menyiapkan hidangan prahok. Baunya sangat enak dan kami mendapat teman baru saat memasaknya. Itu adalah bagian dari masa kecil saya," kenangnya.

Prahok

(Foto: Getty Images)

Baca juga: 5 Rekomendasi Tempat Honeymoon di Jabodetabek, Bikin Cinta Membara

Di pedesaan, prahok lazimnya dimakan bersama nasi, karena memberi suplemen nutrisi penting sebagai pelengkap karbohidrat. Meng juga suka berkreasi dan bermain dengan menu prahok. Misalnya, sup mi tradisional yang dimasak perlahan dengan ikan dan udang dalam campuran prahok, rempah-rempah, dan santan.

"Kami ingin menawarkan kepada orang-orang yang tinggal di ibu kota yang merindukan makanan rumahan, sesuatu yang mengingatkan mereka pada kehidupan di pedesaan. Seperti minyak zaitun bagi orang Italia, prahok akan selalu ada di rumah orang Kamboja," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini